Tweets bkn hny ttg aku. Juga hasil pengamatan sekitar. Tweets tidak semua literal. Juga sarkas. Retweets tidak semua tanda setuju. Juga ttg pandangan lain
Ceritanya bujuk bocah buat g nenen lagi.
👱🏻♀️: “Kalau udah besar tidak nenen. Teteh (sepupunya) tidak nenen”
🧒🏼 : “sofia nda nenen” (sofia tokoh kartun itu)
👱🏻♀️ : “iya, sofia nda nenen juga” *yes, akhirnya dia paham 🎉🎉
🧒🏼 : “aah nenen aja”
😑😑😑 #PHP
Iya kita negara yang angkatan mudanya banyak, tapi banyakan yang udah post-power syndrom, pengen slow living, pesimis, pengen kaya instant. Sibuk nyalah-nyalahin orang, lupa ngaca sama diri sendiri, apa yang bikin ga maju-maju. Iya ini saya ngomong sama diri saya juga 🫣
Tinggal kita liat nih Pak Prabs kembali populis ga? Kek jamannya amnesti, ngikutin yang paling rame/viral. Kalau iya, ah syudahlah, akan sama aja ini ke depannya. Siapapun presiden Indonesia akan sama aja 😳
Geng “intelek2” ini emang kadang bener2 ga nginjek bumi. What do you expect when someone talks to orang desa?! Apa pengennya “kita ga perlu panik bapak2/ibu2, dollar kita tinggi, tapi fundamental ekonomi kita aman, fiskal kita juga cukup bla bla bla” ? Apa ga puyeng mereka?! 🥲
Ngeri juga klo grup chat pribadi bs dipidanakan. Misal kita ngomongin orang, terus ada cepu, apakah bisa kita dipidanakan pake pasal “pencemaran nama baik”? Atau misal kita ngomongin pemerintah, terus ada yang komen “kudu digulingkeun ieu pemerintah” bisa dianggap makar ga? 🥶
Kenapa? Karena seringnya IRL, ternyata setelah gw cek dari kejauhan(online research #halah ), ada kejadian yg menimpa orang-orang itu saat aku mimpiin mereka.
OMG jadi merinding 🥶
Semoga kejadiannya yang baik2 ya aamiin 🤲🏻
Unexpected dream about people in the past.
Kenapa suka gitu ya? Kita ga mikirin orang-orang itu, tiba-tiba aja mimpiin gitu. Aneh deh 🤔
Apakah itu disebut “tertanam di core memory” ? 🫣
Efeknya jadi suka mix feelings 😌
@VeritasArdentur Setuju, apalagi biasanya yg soshum ini mereka ambil case data dari Indo. Aku pikir enak banget ini uni LN, udah mah dapet duit dari Indo, dapet data dari Indo pula, makin untung kalau ternyata di kontraknya HAKInya milik univ tersebut 🫣
Setujuu. Sejak ngintil suami S3 di sini, jd cukup sering ngobrol dgn yg lg studi S3 jg dr bidang soshum. Ntah knp kesan yg gw dpt mrk tuh ga bs didebat, ngalor-ngidul tanpa solusi klo ngomongin pemerintah. Klopun ada solusi, ya ga nginjek bumi. Pokonya pemerintah salah. Titik 🫣
Emang socmed itu seringnya pencitraan banget ya. Ada org pasang status yang intinya dia itu skrg egois, menjaga jarak sama orang, ga care sama orang demi kenyamanan batinnya dia. Padahal gw tau selama ini dia ga pernah se-care itu jg sama perasaan org, semaunya dari dulu juga 😅
Emang serba salah sih, karena mungkin takutnya yg udah ngambil, ngambil lagi. Atau ngambil beberapa kali terus dia jual. Berkaca dari waktu tsunami 🫣. Mungkin harus dipikirin alternatif penyaluran bantuan yang adil tapi tidak memberatkan. Coba ada yang punya ide?
@Telkomsel Hi admin, saya tau admin email customer service itu banyak, tp masa ga ada riwayat komplain customer yg bisa dibaca semua admin?!Ganti admin, nanyanya sama. Capek bgt jelasin berkali-kali. Sedangkan masalah saya ga selesai2 dr bulan juli lhoo.. tolong doong dibantu 😩
Persis temenku yang kardio terus olah raganya, terus diet ketat ampe puasa 2 hari ga makan biar turun BB. Ku bilang gapapa makan normal pun, imbangi dengan angkat beban. Jawabannya sama. Karepmulah 😌
Sorry for all my soc-hum fellows, but I agree on this! Not because soc-hum is not important, but for current situation, we need lots of STEM graduated.
Dear @LPDP_RI, you may consider to stop sending kids to European fancy-ass unis, especially for funny-ass social humanities degrees.
If you're serious wanting these kids to get back & build this country, send them to China for no-nonsense STEM degrees.
Ahli Gizi Masyarakat DR. dr. Tan Shot Yen, M. hum menyoroti menu program MB yang banyak menggunakan bahan tepung terigu. Salah satunya menu makan gratis yang mulai divariasikan menjadi burger hingga spageti.
>> https://t.co/FxdLZiUAeu
Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, menyerukan perlunya tobat nasional sebagai respons berbagai persoalan bangsa Indonesia.
Kardinal Suharyo mengatakan, bangsa Indonesia harus berani mengakui kelemahan dan kesalahan, baik dalam aspek eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.
Dalam konferensi pers Gerakan Nurani Bangsa di Jakarta, Rabu (3/9/2025), Kardinal Suharyo meminta penguasa agar mendengar suara publik.
Penulis: Nicholas Ryan Aditya, Ardito Ramadhan
Kreatif: Blanka Rahel Maretha Joanne
Produser: Reza Kurnia Darmawan
~R #Indonesia ##Cut
Soo truuee.. berenti di “kita berdoa yang terbaik aja, harus berpikir positif”. Terus jadinya ga nyiapin apa2 🥲
Menurutku boleh banget kok kita “hope for the best” tapi setelah “prepare for the worst”
Setuju..ga sensitif 😤
Pamer kebersamaan mereka ya sok aja. Pake yang branded sok aja. Tapi ga perlu disorot bagian itunya. Keknya diikutin jg sama yang kaya nanggung, semua pgn terlihat kaya di levelnya. Takutnya rangorang pgn cepet terlihat kaya menghalalkan segala cara 😌
Jijay banget lihatnya 🤮🤮
Indonesia gitu, loh, kalo mereka pada tinggal di Monaco okelah. Ini naik mobil berapa km aja dah lihat orang melarat yang makan pun susah. Norak-senorak/noraknya orang kaya.