Sejujurnya aku juga takut setengah mati akan satu hal masalah besar yg sedang menyangkut nama ku sendiri saat ini. Tapi sayangnga aku sedang tidak dalam situasi bisa berlindung pada siapapun, sekalipun orangtua ku sendiri.....or even to him, or to anyone else.
Ya Allah sejujurnya aku capek. Betul betul ingin menyerah, tapi terkadang diam diam tersadar sendiri kalau aku sangat beruntung akan badan yg sehat, orang orang terdekat di sekelilingku, juga segala hal baik yg menyertai terlepas segala kerumitan dalam hidup ini. So dramatic.
Like...idk itu memang pure karna what he felt about me or that's just how he treat his partner. I mean he treat me like that caused i'm his 'partner' now dan bukannya karna itu aku atau diriku.
Idk, about what he felt for real between us. I mean his real feeling about me. Sometimes i feel so loved by him caused everything he do and what i see with eyes or with my own feelings. My trust issue sometimes just telling me that i'm not worth to loved.
Aku belum pernah merasa se disayang ini...maybe? Idk that's sayang, cinta, simpati? Or whatever is that. Tapi aku juga nggak pernah tau apa dan bagaimana perasaan manusia lain selain diriki sendiri yg sebetul betulnya kan?
Perasaan nggak worth it akan diri sendiri nyatanya nggak sesimpel itu untuk dikesampingkan. Melihat orang orang terdekat disekitar yg nyatanya memang jauh terlihat lebih baik dalam segala hal. Caranya menatap secara naluriah terhadap seorang lain yg memang nyatanya semenarik itu.
Tapi, semakin hari aku malah terus menerus bertanya apakah sesuatu yg aku jalani ini benar? Kenapa rasanya ada yg mengganjal. Tapi kenapa rasanya aku belum bisa membayangkan jika harus pergi sekarang. Sounds so dramaticcc, but idcπ
Hari itu, he was begging me to stay after we talked about everything about what happen between us. And i decide to stay for idk how long it is. Malam itu aku berniat betul betul pamit dan mengakhiri semuanya, tapi setelah mendengar banyak hal yg belum pernah aku dengar sebelumnya
Aku akhirnya menuruti kata hati juga entah mengikuti suara darimana untuk akhirnya malah memulai sesuatu yg lain, yg bahkan tidak pernah aku rencanakan sebelumnya. Waktu terus berlanjut, kesepakatan di awal antara kami pun sudah terlontatkan dgn jelas satu sama lain.
He is good in many things, in other way. Tapi entah kenapa aku merasa aneh kenapa dia nggak penasaran tentang little things about me. Atau memang sebetulnya aku bukan orangnya? Atau aku terlalu memaksakan kehendak? Atau memang sesuatu yg menurutku penting malah sepele menurutnya?
Tentang bagaimana keadaan ku hari ini, like everything about me and what i'm thinking about in every single day...lol. Padahal aku tipikal yg selalu khawatir tentang banyak hal menyangkut orang terdekatku, like every single little things. Sounds childish right?lol....
Talking about different topic, honestly aku bingung. Aku merasa banyak ketidak cocokan between us yg sebetulnya aku tandai satu persatu. Dan salah satunya idk why aku selalu ngerasa he never ask me about what i'm thinking about, tentang perasaan yg sedang aku rasakan,
Idk why, aku ngerasa udah jauuuh lebih baik sekarang. Aku ngerasa udah 'sehat'. Tapi entah kenapa terkadang rasa nggak berharga akan diri sendiri, rasa tertinggal dgn yg lain, rasa cemas akan masa yg akan datang, juga berbagai keresahan lainnya yg anehnya tiba tiba kembali datang
Entah akan bagaimana nanti akhirnya, tapi yg jelas catatan catatan ini yg nantinya akan mengingatkan aku akan segalanya dan tentang setiap hal yg mengganjal pikiran ku.
Akhirnya, sesuatu yg baru malah dimulai. Tentunya masih dengan segala ketidakpastian. Intinya, aku cuma benar benar takut jika nantinya malah mrmberi harapan yg mungkin tidak akan pernah bisa diberikan. Intinya, hanya sebatas ini yg bisa aku janjikan.
It was already come. That day was come suddenly. Hari hari kemarin yg penuh tanya akhirnya terjawab. Tentang apa yg sebetulnya terjadi, tentang berbagai hal yg akhirnya berhasil ditanyakan dan terjawab. Juga tentang segala hal selanjutnya.