️
️
Ia kemudian memandang Arthur dari atas sampai bawah seolah sedang menilai. Telapak tangannya terulur mengacak-acak surai sang tuan dengan gemas, “Kalau kamu bilang kamu anak SMP orang-orang juga bakal percaya.”
️
️
️
Belum ada satu menit ia meletakkan panci, mangkuk beserta isinya berguling ke arah wastafel. Decakkan sebal itu terdengar.
“Anjir lah sisa terakhir padahal. Ya udah lah bukan rezekinya buat makan.”ucap pasrah sebab energinya itu kembali habis.
️
️
@morsphi ️
️
Tak disangka celoteh asalnya itu justru dihadiahi cubitan pada pipinya. Sudah terbiasa dengan kebiasan Papa dan teman-temannya, bagi Papa kedua pipinya dianggap seperti squishy berjalan.
“Aku baru kepikiran tau, soalnya kamu betulan keliatan kinyis-kinyis.”
️
️
️
️
Kembali melirik kondisi jalanan yang tampak bebas dari kendaraan namun belum terbebas dari polusi. Kemudian menengok ke arah @morsphi, “Kamu hari ini ga main? Bukannya malam minggu ya harusnya libur ga sih? ”
️
️
️
️
Gadis dengan tinggi tidak genap 162 cm itu tetap memasuki mobil. Duduk manis seolah menjadi penumpang yang baik, tak lupa memasang sabuk pengaman.
“Katanya warmindo? Ke situ aja pasti buka kan? Kalau yang lain belum tentu buka ga sih?”
️
️
⟟ TAMAN SAFARI PRIGEN.
4 Oktober 2026 ╱ 11.45 AM.
Gua sama melongonya dengan lu, Rus. Laper juga gua. Seru banget muterin Safari Prigen ini, walopun jalannya agak naik turun. And to see other living things is such a healing moment.
️
️
𝗪𝗵𝗮𝘁𝘀𝗔𝗽𝗽 | Arthur.
Delilah Anjani.
: Tunggu sebentar.
Sent.
Sudah sampai katanya, ia kembali mencari keberadaan @morsphi. Tungkai bergerak kala temukan perawakan laki-laki di depan mobil, “Arthur? Maaf lama ga nunggunya?”
️
️
️
️
Angin malam menerpa, jalanan sepi seolah pemandangan biasa baginya. Jemalanya menengok ke kanan dan ke kiri menunggu keberadaan Arthur dan beralih menggulir layar gawai miliknya hingga sebuah notifikasi pesan menghentikannya.
️
️