RANTAI
Mungkin aku pulang hanya dengan kepala
Jangan sendu, nak
Di antara hujan peluru
Hidupnya engkau adalah payung
Dari takut yang merayap
Buang dendammu
Ia membuat dunia kehilangan warna
Ia membuat jiwa terkekang
Dalam abu-abu
Nak, tertawalah
@SastraSmanela@Adzinfawwaz
NETRAL
Warna abu abu
Tidaklah gelap seperti hitam
Tidaklah terang seperti putih
Ia berada di tengah tengah
Menunjukkan hati yang tenang dan santai
Ia tidak menghakimi mana baik mana buruk
Hening saja tak perlu kata
@shibyannn@SastraSmanela
BURAM
Siapa yang benar?
Siapa yang jahat?
Aku juga tak tahu
Mereka membunuh, kami membunuh
Buram sudah akal sehat
Sudahi tanyamu, angkat senjatamu
Hanya dengannya kau hidup
Bunuh, bunuh, bunuh
Tak ada moral di sini
Hanya mayat dan abu-abunya moral
@SastraSmanela@Adzinfawwaz
RUMAH PALSU
Tidakkah ia baik?
Memeluk yang terpuruk
Tidakkah ia manis?
Mengulum senyum untuk Si Sedih
Tidakkah ia sayang?
Membelai hati yang luka
Tentu aku ingin
Punya dirinya, semuanya
Kalau saja, ia tak menjadi milik yang lain
Oh, Rumah Palsu
@SastraSmanela@Adzinfawwaz
TUNAWISMA
Anggaplah aku tunawisma
Tanpa rumah, tak dapat pulang
Bungkuk terpoyah-poyah
Patah sudah punggung
Menanggung beban dunia
Tak lama lagi hancur
Kalau bukan karenamu
Yang menambal patah, membuka yang buntu
Rumah bagi tunawisma
Oh, Tuhanku
@SastraSmanela@Adzinfawwaz
RUMAHKU
Rumah tempat keluargaku berkumpul
Tumbuh rasa senang saat keluarga telah berkumpul
Candaan garing buat suasana hangat dan lucu
Tak perlu mewah dan tak perlu bagus
Asal bisa kumpul, hati jadi betah
@shibyannn@SastraSmanela
HARAP
Menduduki tanah sekian abad
Tenang dengan kanopimu
Biarlah aku terinjak
Aku lebih peduli dekatmu denganku
Entah, apa kau juga
Tak lebih kupedulikan itu
Maaf telah egois
Hebatnya rasa
Menyanjung harap
Dari rumput pada pohon
@SastraSmanela@Adzinfawwaz@SastraSmanela
RUMPUT LIAR
Tumbuh tinggi tidak tertata
Ada yang miring, ada yang lengkung
Wujudnya liar, tidak pernah berubah
Walau berantakan ia tetap tumbuh setiap hari
Menjadi tempat dimana serangga bersembunyi
@shibyannn@SastraSmanela
RUMPUT DEPAN RUMAH
Rumput panjang tumbuh tak beraturan
Menutupi jalan disamping halaman
Tumbuh sesuka hati setiap hari
Tak ada yang merawat, tak ada yang memotong
Ia tumbuh bebas mengikuti keadaan
@shibyannn@sastrasmanela
Saat Matahari Pamit
Pelan pelan langit jadi hitam
Warna oranye pun perlahan hilang
Suasana sepi mulai terasa
Anak anak berhenti bermain
Sudah waktunya kembali ke rumah
Menunggu malam yang akan datang
Sambil beristirahat dengan tenang
@shibyannn@sastrasmanela
SENJA YANG PULANG
Langit berubah menjadi oranye
Matahari pun sudah mulai untuk bersembunyi
Burung burung kembali ke tempatnya
Suara adzan mulai terdengar
Lampu jalan kuning mulai menyala
Waktunya aku menikmati masa senja ini sebelum petang
@shibyannn@sastrasmanela
MENJELANG MALAM
Kala fajar mulai meringkuk
Lelap dalam pelukan gelap
Begitu pula denganmu
Terbaring, senyum terukir
Nyenyak sekali dirimu
Bukan maksudku untuk membangunkan lelapmu
Seutas doa sebagai nina bobo
Dariku untukmu dan batu nisanmu
@SastraSmanela@Adzinfawwaz
TAK TAHAN
suara bencana saling beradu
mata keluar memukul kepala
hati menendang semua masalah
dendam mulai tiada malu
hancurkan semua tanpa kecewa
@SastraSmanela@FifiYaniar48362
@FikriAnand9487@SastraSmanela GERAM SIAL
pikiran membusuk, merah telah masuk
membunuh orang hanya dengan ucapan
tak pernah takut menghantam dunia
hati tercampur dengan racun jahat
menular memukuli siapa pun bersama
bungkam serpihan menjadi berjuta-juta sakit
@SastraSmanela@FikriAnand9487
@FifiYaniar48362@SastraSmanela DENDAM TERPENDAM
hati hancur berantakan
mengingat bencana tanpa alasan
kurasa sudah hilang iman
menghantam dinding penuh kenangan
tak dapat mendengar kata maaff
tangan penuh amukan setan
@SastraSmanela@FifiYaniar48362
SIAPA DISANA
aku berbaring tanpa pikiran
menatap indah bulan purnama
bintang berbentuk seekor gajah
awan hitam pergi tanpa arah
isi pikiran terbang bersama langit
cahaya indah tak pernah kurasa
@SastraSmanela@FifiYaniar48362
@FikriAnand9487@SastraSmanela TUSUKAN CERIA
hentakan mengelabuhi pikiran
tusukan menyelimuti pandangan itu
berdiam diri tak jujur dengan warna-warna
desisan membuatnya layu tanpa arah
potongan kertas meremas hati
kini hanya tersisa didalam kuburnya
@SastraSmanela@FikriAnand9487
@FifiYaniar48362@SastraSmanela DIMANA KITA
pemandangan tak biasa terlihat mata
burung mengaum kucing terbang
siang gelap malam terang
bintang komet lewat tanpa perintah
malaikat maut terbaring lemah
badan terasa hancur tak berupa
@SastraSmanela@FifiYaniar48362
@FikriAnand9487@SastraSmanela BURAM
gelap menusuk mental dan mengobrak-abrik seluruhnya
ringkih, tak dapat mengumpulkan nyawa
oh Tuhan, nikmat mana yang Kau dustakan kepada kami?
terbang diantara surga dan neraka
menghantui pikiran nyata kepada dunia maya
@SastraSmanela@FikriAnand9487
CERAH MENYAYAT
gembira membuat api sedikit murka
luka berserakan di desa itu
aku berjalan di titik-titik akhir hayat
tanaman hijau berduri menyerang satu sama lain
biarkan bumi berteriak dalam kegelapan
memenuhi bintik-bintik hijau
@SastraSmanela@FikriAnand9487