@SerieA_Lawas btw tahun 94 Ronaldo masih pemain muda dan belum dapet menit bermain
98 doi menggila tapi anti klimaks di final
2002 yg anomali sepanjang musim cedera, pas di pildun oke bgt.
Hanya kebobolan 1 gol. Ga perlu analisis jago-jago. Semua orang awam pun tahu kapasitas Cubarsi di lini belakang Spanyol. Pemain muda seringnya ada di pos yg lebih ke depan, namun Cubarsi mendobrak tren itu sbg ball playing defender
Perjalanan kali ini memang tidak berakhir dengan trofi. Namun, itu tidak mengurangi sedikit pun kebanggaan terhadap apa yang telah Lionel Messi lakukan. Di usia yang tak lagi muda, ia kembali memimpin Argentina hingga partai final, memberikan harapan, emosi, dan kenangan yang akan selalu hidup bagi jutaan orang yang mengikutinya sejak awal.
Suatu hari nanti, hasil pertandingan ini mungkin akan terlupakan. Tetapi cara Messi menginspirasi, berjuang, dan membuat begitu banyak orang jatuh cinta pada sepak bola akan tetap dikenang. Terima kasih untuk satu perjalanan luar biasa lagi, Leo. Lionel Andrés Messi, selamanya.
#FIFAWorldCup
habis bensin udah itu argen wkwkk
kalah kelas di final
taktik buntu, pemain udah tua
spanyol salut permainan solid banget
kalo di track back mereka baru kebobolan sekali lawan belgia
kalo spanyol sekarang ketemu striker klinis villa-torres
bakal jauh lebih OP
spanyol dapet peluang tapi kurang klinis
tapi emg dari sekian byk peluang spanyol cuma peluang sundulan torres yg bener2 bahaya
sisanya shooting dari luar
hilangnya gordon dan declan rice ngaruh banget
enzo dapet space gede bgt sebelum shooting
sebelum gol lautaro hal serupa terjadi
mac allister dpt ruang gede bgt utk bs shooting dan untungnya masih tiang
Debat terkait Mesir dan Argentina udah menjalar nyampe ranah yang sangat ga sehat. Dimotorin oleh orang-orang yang engagement farming, rage baiting, dan memberi label-label di luar konteks laga. Era sekarang mungkin the worst sepanjang gw pake media sosial.