"Sesekali aku ingin menabrakkan kepala ini ke lokomotif yang sedang berjalan atau ke penjara wanita di merdeka selatan, atau terjun ke laut untuk tidak kembali."
kalian sadar ga kata "in another life" itu kalo didengar dengar ternyata sedih dan nyesek banget, karena kita tau bahwa another life itu ngga akan pernah ada dan kita juga tau hidup yang kita punya cuma yang sekarang ini, kalau ngga sekarang berarti ngga akan pernah sama sekali. "in another life" sebenernya sering jadi cara paling lembut buat bilang "di kehidupan ini tuh kita memang tidak bisa."
lu pernah ga sih nangis pas lagi setres dan capek, terus tiba-tiba malah jadi nangisin keluarga, nangisin takdir, dan nangisin kehidupan yang kek gini, bahkan sampe pernah mikir “ini gw disuruh Tuhan hidup cuma buat ngerasain terpuruk kah? fase bahagianya kapan bjirrr”,
baru sadar kehilangan spark tuh ternyata ga selalu kelihatan seperti sedih. kadang kita masih ketawa, masih kerja, masih ngobrol, masih main, masih jadi diri sendiri tapi rasanya ada bagian dari diri kita yang pelan-pelan mati. and somehow, losing your spark slowly is scarier than being sad all at once. karena kita bahkan ga sadar kapan terakhir kali kita merasa benar-benar hidup.