@gabsedih cowk seperti itu indikasi posesif akut. lama kelamaan dia bisa jadi ps1kopat.
hati hati saja kalau suatu saat justru pasangannya yg jadi korban. gak dikabari sejam langsung tantrum, menggila dsb...
Suka banget sama kalimat ini:
"Lakukan bagianmu. Lepaskan sisanya."
Karena sebagian besar ketenangan datang ketika kita berhenti mencoba mengendalikan semuanya.
Niat baik itu penting, tapi harus ada kapasitasnya.
Perlakukan orang sesuai energi yang lo punya.
Kalau mereka kasih energi 10%, jangan lo bales 100%.
Itu bukan tulus, itu namanya gak adil sama diri sendiri.
Put yourself first.
Pahitnya, sewajarnya aja dalam berhubungan.
Karena faktanya, pas lo lagi di posisi paling bawah dan butuh pertolongan, orang-orang yang lo prioritaskan itu belum tentu ada di pihak lo.
Jangan sampai terlalu memberi, sampai diri sendiri yang habis dan capek.
Ada satu kalimat bagus yang gue inget:
"Stop watering dead plants."
Kadang masalahnya bukan lo kurang tulus.
Tapi lo terlalu banyak siram air ke tanaman yang udah mati.
Lo asik sendiri, loyal sendiri, effort sendirian.
Aslinya? Mereka gak peduli juga.
Mulai sekarang, aktifkan "Mirroring Mode".
Artinya simpel: I’ll treat you the way you treat me.
Bukan karena lo mau jadi jahat atau heartless.
Tapi ini soal menjaga batas biar tetep waras.
Kebaikan tanpa batas itu cuma bakal berubah jadi kebiasaan dimanfaatkan orang lain.
Percaya gak? Kalo mau jadi lebih beruntung dalam finansial, karir, jodoh itu kamu harus membuang identitas lamamu. Aku dulu selalu kejebak di pekerjaan yg sama bertahun-tahun, ketemu tipe cowo yg sama, temenan sama pembuli dan itu terjadi berulang kali. Dan setelah banyak merenung, aku sadar kalo ternyata yg salah itu aku sendiri. Aku merasa gak layak untuk diperlakukan dgn baik.
Caraku membuang identitas lama dan menciptakan identitas baru :
1. Berhenti mengutuk diri sendiri. Ucapan adalah doa
menikahlah dengan seseorang yang memahami sikap sakinah, mawaddah, warahmah.
— sakinah : ketika tau kekurangan pasangan tapi tidak mencela.
— mawaddah : ketika melihat kekurangan pasangan tapi memilih fokus pada kelebihannya.
— warahmah : kekurangan pasangan dijadikan sebagai ladang amal pahala.