Waktu itu aku kerumah hamam, sepi dan tak ada siapapun. Waktu itu masih sore dengan gemerlap jingganya.
Kubuka gerbang tinggi dengan beberapa tanaman rambat yang melilitnya.
"Assalamualaikum mam"
Salamku, namun tak ada sahutan
Ini mungkin cerita teraneh yang pernah saya saksikan sendiri. Bahkan terkesan saya masih tidak percaya kalau kawan saya bisa menyekutukan Tuhan yang kita percaya sedari bayi ceprot.
Semoga tidak ada yang seperti kawan saya, naudzubillah