@xalertnow Ultra Orthodox kids blanket the seatback TV... after riding electric escalators, scanning through TSA X-ray machines, flashing e-tickets on phones Plane’s fly by wire avionics? Totally kosher
Anak anak yahudi selama memperingati hari shabat tidak boleh memakai alat elektronik tapi mereka naik pesawat, emangnya beli tiket, lewat ekskavator gak pakai alat elektronik kah
🚨‼️Niños judíos que viajan de Nueva York🇺🇸 a Tel Aviv🇮🇱 cubren las pantallas debido a las normas que prohíben el uso de aparatos eléctricos durante el Shabat.
Está prohibido tocar dinero, usar el teléfono o cualquier aparato electrónico o habrán pecado.
'Indonesia sedang menuju juara dunia penggundulan hutan tropis. Di bawah pemerintahan @prabowo 433.000 hektar dibabad tahun 2025'.
Jagoan kan? Kita mah kebagian juara dunia nya yg miring2. 😢😢
Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video yang menampilkan aksi tak biasa dari seorang mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Setelah sebelumnya nama Hendrik Irawan jadi sorotan karena aksi jogetnya, kini giliran pria berinisial YD yang ramai diperbincangkan publik.
YD diketahui merupakan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pratama Pakong Yayasan Fatimah Maju Bersama. Ia disebut-sebut melakukan aksi serupa saat menghadiri konser halal bihalal pedangdut Valen Akbar di Pamekasan.
Dalam video yang beredar luas, YD tampak berada di atas panggung saat konser yang digelar di Gedung Bakorwil pada Rabu (25/3/2026) malam. Ia terlihat berjoget sambil menghamburkan uang di hadapan penyanyi.
Awalnya, saat Valen bernyanyi, terlihat dua pria naik ke atas panggung. Salah satunya mengenakan kaos hitam dengan inisial YD. Ia berjoget sambil menghamburkan uang, didampingi seorang pria lain yang mengenakan sarung.
Aksi tersebut dinilai mencolok karena uang yang dipegang tidak disawer seperti biasa, melainkan digesek-gesekkan di depan penyanyi hingga berhamburan. Suasana panggung pun tampak meriah dengan sorak sorai penonton yang menyaksikan aksi tersebut.
Di tengah ramainya perbincangan, pihak penyelenggara acara memberikan klarifikasi. Perwakilan panitia dari Pamekasan Kreatif, Kuswanto, membantah narasi yang berkembang di masyarakat.
"Kami dari Crew Pamekasan Kreatif ingin membantah perspektif yang terbentuk di beberapa kalangan bahwa konser musik dangdut identik dengan kerusuhan, joget, dan mabuk-mabukan. Di acara semalam kami tidak melihat satu pun penonton yang joget," ujar Kuswanto melalui status WhatsApp-nya, Kamis (26/3/2026).
Ia menegaskan bahwa suasana konser justru berlangsung tertib dan jauh dari kesan negatif yang beredar di media sosial.
Sumber artikel: https://t.co/vDyWG6KdMG
https://t.co/dCJHJ0UNUw
Mereka cuma ingin hidup dari tanah leluhur mereka. Tapi yang datang justru alat berat dan janji pembangunan. Kalau suara mereka terus diabaikan, lalu keadilan itu sebenarnya untuk siapa?