hasan nasbi ajak media indonesia harusnya bersyukur tinggal di indonesia:
- karena tidak ada pembungkaman
- amerika serikat cabut akses liputan cnn ms now dan politico di gedung putih trump
- alasannya pemerintah anggap media itu gak independen dan dianggap perpanjangan tangan aktivis kiri
- menurut pemerintah as akses liputan itu privilege bukan hak asasi jadi gak melanggar konstitusi
- media lain yang gak dicabut aksesnya ikut boikot gak mau siarin agenda presiden
- di australia tahun 2019 kantor abc news pernah digeledah polisi gara gara siaran soal tentara australia nemba4kin warga sipil afghanistan
- inggris juga pernah tangkep orang gara gara postingan yang dianggap bahayain keamanan negara pas kerusuhan southport 2023
- di indonesia menurut dia gak pernah ada kantor media digeledah
- dan presiden malah rutin bikin round table bebas ditanya apa aja sama jurnalis aktivis podcaster
- dia ajak bersyukur karena menurutnya indonesia lebih manusiawi dibanding negara yang ngaku demokratis tapi keras ke imigran dan warganya sendiri
Fires are smoldering in Indonesia, which is in a severe and widespread drought. Some of these are tropical peatland fires, which burn slowly, release higher amounts of air pollution, and are notoriously difficult to extinguish.
Baca di sini: https://t.co/XVvgknJSHE
MK mengabulkan seluruh gugatan dan menyatakan Pasal 240 serta 241 KUHP tentang penghinaan pemerintah dan lembaga negara bertentangan dengan UUD 1945 serta tak lagi berkekuatan hukum.
~IQ #gugatanMK#pasalpenghinaanpemerintah
Kesimpulan Keseluruhan Virality Demo 27 Agustus 2026
Secara keseluruhan, Demo 27 Agustus terbentuk melalui proses yang bertahap, lintas isu, lintas aktor, lintas organisasi, lintas lokasi, dan lintas platform. Polanya bukan seperti sebuah kampanye yang muncul mendadak karena satu hashtag, tetapi lebih menyerupai konvergensi berbagai grievance (keluhan, ketidakpuasan, rasa ketidakadilan, dll) yang kemudian mendapatkan momentum, identitas, dan tujuan aksi yang sama.
1. Dari sisi topik, isu bergerak dari lokal ke nasional. Percakapan awal banyak terkait Pati, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, DPR, serta RUU Perampasan Aset. Dalam perkembangannya, isu melebar ke tema yang lebih besar seperti korupsi, demokrasi, kritik terhadap DPR, dan kemudian demonstrasi. Polanya dapat dibaca sebagai:
local grievance → policy grievance → political grievance → national protest.
2. Dari sisi hashtag, mobilisasi muncul setelah isu matang. Hashtag seperti #.pati, #.ampb, #.ruuperampasanaset hadir lebih awal. #.ruuperampasanaset berfungsi sebagai narrative bridge, sedangkan #.demo menjadi umbrella conversation. Baru kemudian #.demo27agustus dan #.aksidemo27agustus muncul sebagai event branding dan alat konsolidasi menjelang hari-H. Jadi, hashtag aksi adalah hasil dari virality, bukan sumber awal virality.
3. Dari sisi aktor, tidak ada satu tokoh tunggal yang mengendalikan percakapan. Figur lokal seperti Mas Botok, Teguh Istiyanto, Eki Pitung, dan lainnya muncul sejak fase awal. Mas Botok menonjol karena memiliki persistence tinggi dan berpindah lintas platform, sehingga dapat dipandang sebagai salah satu key narrative carrier. Ketika isu membesar, masuk tokoh politik, aparat, dan figur publik seperti Jefri Nichol, yang memperluas audience di luar komunitas awal.
4. Dari sisi organisasi, karakter gerakannya bersifat multi-actor dan grassroots. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu/AMPB menjadi elemen kuat sejak awal, lalu muncul kelompok lain seperti Bamus Betawi, KAMMI, PP KAMMI, serta berbagai aliansi masyarakat. DPR RI kemudian menjadi institusi politik utama dalam percakapan, sementara Polda Metro semakin menonjol menjelang aksi. Mahasiswa ada, tetapi belum terlihat sebagai organizational hub utama; demikian pula akademisi dan LSM formal belum tampak dominan dalam data ini.
5. Dari sisi lokasi terlihat proses geographical migration yang sangat jelas. Percakapan berawal dari Pati–Jawa Tengah, kemudian bergeser ke Jakarta, dan akhirnya terkonsentrasi pada Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, dan Jakarta Pusat. Artinya, terjadi transformasi dari origin of grievance menuju physical and symbolic target of protest.
6. Dari sisi platform, virality bersifat benar-benar cross-platform. Facebook dan TikTok tampak penting pada fase komunitas dan penyebaran awal, X/Twitter kuat dalam framing dan konsolidasi isu, Instagram memperluas distribusi visual, sementara Online News dan YouTube membantu membawa isu ke publik yang lebih luas. Menjelang 23–25 Agustus terjadi cross-platform reinforcement, ketika isu yang sama terus diperkuat antarplatform.
Pola Besar
Pati / grievance lokal
↓
RUU Perampasan Aset / DPR / korupsi
↓
#.demo
↓
masuknya mahasiswa, kelompok masyarakat, figur politik & publik
↓
#.demo27agustus / #.aksidemo27agustus
↓
Jakarta – Gedung DPR – Senayan
↓
offline mobilization
Bottom Line
Virality Demo 27 Agustus bukan produk satu aktor, satu organisasi, satu hashtag, atau satu platform. Kekuatan utamanya justru berasal dari konvergensi: berbagai isu yang awalnya terpisah mulai menemukan narasi bersama, berbagai komunitas masuk ke ruang percakapan yang sama, dan akhirnya seluruh energi itu diarahkan pada satu event, satu tanggal, dan satu lokasi simbolik.
Karena itu, karakter gerakannya lebih tepat disebut grassroots-driven, cross-platform, multi-actor issue convergence yang kemudian berubah menjadi event-based mobilization. Ini juga menjelaskan mengapa isu berpotensi lebih persisten: bila satu hashtag melemah, grievance, aktor, komunitas, dan platform lain masih dapat menjaga percakapan tetap hidup.
Purbaya asking Hyundai to honor its investment commitments after the government undercut the company by allowing Chinese automakers to sell cars without building local manufacturing plants is a remarkably shameless display of self-entitlement.
Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya.
Saya sedang draft somasi dan akan kirim balik sebagai jawaban 🙏
@ecommurz Personal theory: govt are trying to whitewash their own handling of the economy by suppressing/spinning layoff narratives as whatever BS “penataan ulang” is.
🇮🇩Controversial businessman Gaurav Srivastava who allegedly posed as CIA agent wooed Indonesian president and his brother. He ingratiated himself with Indonesia’s most powerful family, securing preliminary agreements for multi-billion-dollar defense deals, documents show.
Read the full story by Anand Mangnale (@FightAnand), Tom Allard (@tom_allard) and Adil Al Hasan (@tempodotco): https://t.co/muZx1JzYx4
Jangan google atau cari tahu soal apa yang terjadi/ketahuan daripada Meikarta di tahun 2018. Jangan yaaa soalnya menyuap atau menerima suap untuk perizinan itu sama sekali bukan berita baik xixixi.
This morning, after Nadiem was sentenced to 10 years in jail, it’s clear that Google needs to take a strong official stand.
The Indonesian judges sullied Google’s name, claiming without evidence the U.S. giant engaged in bribery to win a Chromebook laptop contract.
In this fiction, Google invested in Nadiem’s company, GoJek. In return, Nadiem, who left GoJek to become Education Minister, ordered the purchase of Chromebooks.
Prosecutors failed to put any evidence forward to back this defamatory allegation. Yet Nadiem got 10 years. Why? Because he tried to reform a corrupt ministry and made a lot of enemies.
How can Google remain silent in the face of these baseless allegations. Just because a judge said it, doesn’t make it any less defamatory.
I would expect Sapna Chadha and other senior Google leaders in the region to show the backbone to speak up now. Nadiem was Google’s trusted partner for years. They invested in his company. Will they remain quiet just to protect their business in Indonesia. Where are they in his time of need?
In January, a draft presidential regulation (perpres) on the Indonesian National Armed Forces’ (TNI) Role in Counterterrorism was released. Much like an earlier version released in 2020, the draft drew strong public criticism. https://t.co/RIlSeUhLgw
BREAKING: Indonesian exports to the United States will face an additional 10% duty as a result of Section 301 trade investigations, Indonesia's chief economics minister said on Friday.
🔴 More on https://t.co/5H0QqpggO4
Seperti biasa, Indonesia ga dianggap
Semakin banyak perusahaan2 teknologi melewatkan Indonesia, semakin hilang kesempatan insinyur2 muda Indonesia untuk berkembang