Seiring waktu, manusia sering kehilangan kemanusiaannya.
Tetapi ia tetap manusia, sedikit banyak kemanusiaan yang tersisa padanya.
Kelak, jika waktu memberinya kesempatan, tak kurang yang kembali meraih jiwa kemanusiaan.
Bersedih, Kecewa itu manusiawi
Jatuh cinta, berharap, senyum-senyum sendiri itu juga manusiawi.
Tak usah malu mengekspresikannya, karena kamu masih manusia dan semua itu manusiawi.
Sebab, aku tak bisa membayangkan rasanya bila kelak tak lagi bisa membedankan suka dan duka.
Ku ambil gitar dari tempatnya,
Ku pangku dengan mesranya diatas pangkuanku,
Ku petik setiap dawainya, seraya berkata
Semoga dari setiap dawai yang kupetik,
Tersampaikan bersama nada-nada rinduku
Konflik antara beragam keinginan dan hasrat di dalam diri manusia bukanlah sesuatu yang melulu buruk, melainkan itu justru hal yang sangat manusiawi. Semua orang, bahkan orang yang paling suci pun, menghadapinya.