"Rakyat di desa nggak pake dollar kok," katanya. Konon, omongan model gini pernah diungkapkan oleh Presiden Zimbabwe dan ujungnya ekonomi negara itu rontok. Rakyatnya sengsara! Apakah kita akan bernasib sama?
@tempodotco Konon, omongan model begini pernah juga diucapkan Presiden Zimbabwe, ujungnya ekonomi Zimbabwe rontok! Hari ini omongan yang sama diucapkan lagi oleh pejabat sini. Kira2 apa yg akan terjadi di sini??
Menurutnya, agama cukup ritual saja, cukup perayaan hari besar saja. Padahal agama (Islam) adalah sebuah sistem yang utuh dan lengkap, dan harus selalu "dibawa ke mana-mana." Dalam artian, agama itu adalah sistem yang harus ditegakkan dalam segala aspek kehidupan!!
Sederhananya, kalau ada orang yang berkata, "Jangan bawa-bawa agama," berarti orangg itu, baik sadar maupun tidak sadar, telah terjangkit paham sekularisme, yaitu paham yang memisahkan agama dari kehidupan.
Ketika ada orang berkata, "aduh jangan bawa2 agama." Hakikatnya secara sadar maupun tak sadar, orang tersebut sudah terjangkit Kapitalisme-sekular. Sebagai seorang Muslim, kita harus menghindari hal ini.
Kapitalisme adalah ideologi yang diterapkan di negeri ini. Ia secara sadar maupun tak sadar telah menjadi sistem yang mendarah-daging dalam setiap sendi kehidupan negeri ini. Untuk mencabutnya memang dibutuhkan upaya yang teramat besar!
Ada yang seorang pejabat tinggi yang menyerukan agar rakyat "menghemat gas elpiji dengan mematikan kompor setelah masakan matang." Lha soal beginian mah nenek-nenek bangkotan juga tau!!!
@DoankWarto Selama yang diterapkan masih sistem Kapitalisme-sekular-demokratik, maka siapa pun yang maju tidak akan banyak membawa perubahan apa-apa terhadap kehidupan rakyat. Yg jadi biang-keladi kesengsaraan rakyat adalah sistem kapitalisme-sekular-demokratik ini.
Misbah mengklaim bahwa masih ada ribuan orang yang sampai detik ini bertahan di tenda-tenda pengungsian karena rumah-rumah mereka hancur diterjang banjir dan sampai sekarang mereka masih tinggal di tenda.
Mahasiswa Aceh justru menyatakan sebaliknya. Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Se-Aceh, Misbah Hidayat, dengan tegas menyatakan bahwa klaim yang disampaikan penguasa negeri ini tentang para korban bencana tersebut adalah kebohongan publik.
Beberapa waktu lalu, presiden menyatakan bahwa para pengungsi korban banjir di sejumlah wilayah di Sumatera sudah hampir 100% pulih, dan hampir semua telah keluar dari tenda, kembali ke rumah maupun hunian sementara.
Disuruh gabung dalam BOP, mau saja! Disuruh bayar 17 triliun, mau saja. Bergandengan dengan zionis, mau saja! Dan semua itu dicari-cari dalil untuk memvalidasinya oleh mereka yang katanya "ulama". Itulah dia ulama keji dan jahat! Na'uzhubillahi min dzalik!
Sayangnya, para penguasa kaum Muslim hari ini memang sudah tidak punya harga diri. Jelas-jelas orang itu benci kepada kita, tapi kita massiiihhh saja mengemis remah-remah pada mereka.
Hal ini mengkonfirmasi apa yang ribuan tahun diwahyukan oleh Allah kepada Baginda Nabi Muhammad S.A.W, "Telah nyata kebencian di hati mereka, dan apa yang mereka sembunyikan itu lebih besar lagi," (Ali-Imran: 118).
Beberapa waktu lalu, Menteri Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth, berpidato, bahwa ancaman besar bagi AS adalah Islam (baik Sunni maupun Syi'ah). Terang-terangan dia bicara begitu!
Sementara para pemimpin Arab tadi tetap berposisi sebagai pengkhianat umat Islam karena terus menghamba kepada kaum kafir (Amerika dan Israel). Mengaku Sunni, tetapi berpihak kepada penjajah dan kaum kafir. Na’uzhubillahi min dzalik!