Lamine Yamal, yg baru mencetak satu gol di Piala Dunia 2026 hanya tersenyum saat ditanya di mixed zone apakah statistik tersebut mengganggunya.
"Sejujurnya, itu tidak membuat saya frustrasi."
"Saya memenangkan Eropa dengan hanya mencetak satu gol. Jika kami memenangkan Piala Dunia, saya rasa tidak ada seorang pun di ruangan ini yang akan mengatakan kepada saya, 'Kamu tidak mencetak gol.'
"Kami menang dan itulah yang terpenting. Selama kami terus melaju, saya akan sangat bahagia."
Via: The Athletic
Trossard: Melepas cinta itu memang berat
@DeadlineDayLive mengabarkan kalau Leandro @LTrossard menarik banyak peminat. Meski pemain kreatif asal Belgia ini sudah berusia 31 tahun, peminatnya justru bertambah.
Terakhir, peminat Trossard antara lain: Atletico Madrid, Aston Villa, Newcastle United, Internazinale Milano, Juventus, dan terakhir... Besiktas.
Atas apa yang Trossard berikan selama berseragam Arsenal sampai musim lalu, saya yakin banyak Gooners tidak akan rela begitu saja. Dan menurut saya, Trossard bisa memecah fans lebih sengit ketimbang berita transfer Gabriel Martinelli.
Tua, tapi dicinta
Melawan West Ham United, Arsenal terlihat sangat macet. Padahal, The Gunners harus menang untuk menjauh dari kejaran klub licin minyak jelantah berwarna biru langit itu. Ketika Odegaard merangsek ke kotak penalti, dari tengah, Trossard mengintai.
Ketika mendapat bola tarik dari Ode, Trossard melepas tembakan ke sisi kiri gawang. Tembakannya tak terlalu keras, tapi tak bisa dijangkau kiper West Ham. Gol, dan Arsenal menang tipis dengan skor 0-1.
Berkat gol krusial itu, cinta Gooners kepada Trossard naik sampai mentok. Di paruh akhir musim lalu, mantan pemain Brighton ini memang menjadi clutch player. Kontribusinya banyak menentukan kemenangan. Fakta bahwa dia semakin tua tak menyurutkan cinta Gooners.
Semakin tua, Trossard semakin dicinta. Dan atas segala kontribusi itu, melepas pemain berusia 31 tahun akan menyisakan sesak yang cukup dalam.
Usia dan sepak bola tanpa ampun
Masa edar pemain itu tidak panjang. Apalagi di zaman sepak bola industri di mana pemain dengan usia 29 sudah membuat rencana pensiun. Saat ini, Trossard sudah menginjak usia 31 tahun. Pemain kepala tiga tinggal menghitung jam saja untuk gantung sepatu.
Semakin kejam karena manajemen sebuah klub pasti sudah menyiapkan penggantimu. Karya dan catatanmu akan direkam dan dirayakan. Namun, jika sampai pada waktunya, yang bisa kamu lakukan adalah menerka sampai kapan matahari terbenam bernama regenerasi itu akan datang.
Arsenal sendiri dihubungkan dengan beberapa pemain yang sangat potensial menggantikan Trossard. Mulai dari Morgan Rogers, sampai Morgan Gibbs-White. Keduanya lebih muda dan menawarkan continuity dari sisi usia, potensi, ketersediaan diri, dan kualitas.
Matahari Rogers dan Gibbs-White masih di atas kepala. Masih akan menerangi Gooners sampai satu dekade ke depan. Sementara itu, Trossard, sudah di atas kapal, siap berlayar menuju tantangan baru.
Musim lalu, Trossard mencetak 6 gol dan 6 asis di liga. Catatannya jauh di bawah Morgan dan Morgan. Namun, di atas lapangan, catatan statistik bukan indikator utama.
Determinasi, pengorbanan, dan imajinasi yang berbuah jadi gol, atau kontribusinya kepada pertahanan, menjadi nilai tambah. Membuat cinta Gooners kapada Trossard semakin meluap.
Konon, Arsenal "hanya" akan meminta 20-25 juta paun saja jika ada yang berminat kepada Trossard. Harga yang terlihat sangat murah untuk kualitas Trossard, tapi mahal ketika kelak kita melihatnya berfoto dengan jersey klub lain.
Akhir kata, apakah Gooners akan ikhlas melepas Trossard "secepat ini"? Apakah tak ada ruang lagi untuk pesepak bola uzur yang masih tajam ini?
#COYG
#arsenal
@Arsenal
[TERBARU]
Penghakiman Arsenal, final Liga Champions, atau pertanyaan soal PSG belum juga surut.
Bagaimana kalau kita kembali โmenyaksikanโ laga ini?
Kami mengulas dari sudut pandang yang mungkin belum banyak didengar, mengupasnya dalam 6 babak.
Baca: https://t.co/1KjGLgssCX
REKAP MUSIM ARSENAL 2025/26
๐ Premier League
Finish: 1st (Champions)
Main: 26 Menang โ 7 Imbang โ 5 Kalah
Poin: 85
๐ช๐บ UEFA Champions League
Finish: Runner-up
Kalah dari PSG di final lewat adu penalti setelah skor 1-1.
Rekor: 11 Menang โ 3 Imbang โ 0 Kalah
๐ Carabao Cup
Finish: Runner-up
Kalah 0-2 vs Manchester City di final Wembley.
Rekor: 4 Menang โ 1 Imbang โ 1 Kalah
๐ FA Cup
Finish: Perempat Final
Tersingkir oleh Southampton.
Rekor: 3 Menang โ 0 Imbang โ 1 Kalah
๐ TOTAL SEMUA KOMPETISI
Main: 60
โ Menang: 42
๐ค Imbang: 11
โ Kalah: 7
โฝ Gol: 117
๐ฅ Kebobolan: 41
๐ Posisi Akhir Kompetisi
Premier League: ๐ฅ Juara
Champions League: ๐ฅ Runner-up
Carabao Cup: ๐ฅ Runner-up
FA Cup: Perempat Final
Arsenal: Terlatih untuk bangkit lagi
Arsenal tercatat 9 kali jadi runner up di kompetisi lokal. Catatannya:
Era Premier League (sejak 1992): 6 kali (1998/99, 1999/00, 2000/01, 2022/23, 2023/24, 2024/25). Lalu, Era Divisi Utama: 3 kali (1925/26, 1931/32, 1972/73).
Bersama Arteta, 3 kali berturut-turut, sebelum akhirnya jadi juara di tahun ini. Di mata saya, itulah kebanggaan tersendiri, ketika sebuah klub menjadi cermin, menjadi panutan. Bahwa di dalam kehidupan, orang yang berani bangkit untuk berjuang lagi, akan mendapatkan kebahagiaan pada saatnya.
Tahun lalu, Arsenal sampai di semifinal. Tahun ini, bermain di laga puncak. Lawannya sama, PSG yang monster itu. Melihat klub saya berani mencoba lagi, bahkan tahun ini tak terkalahkan selama 90 menit, membuat kekalahan ini terasa seperti reminder saja. Bahwa kalau kamu jatuh, pilihanmu adalah bangkit dan berusaha lagi.
Fans Arsenal yang baik. Dunia akan kejam kepadamu. Seharusnya, kita yang paling mampu menghadapi tekanan itu. Pengalaman, penerimaan, dan mentalitas untuk bangkit lagi, kita yang punya.
Malam ini, bersedih kita bersama. Melepaskan semua adrenalin dan kegelisahan. Esok pagi, ketika dunia semakin kejam, kita bisa bilang ke diri sendiri: "We go again. Over land and sea."
Be proud. COYG
Terima kasih sudah berjuang, @Arsenal. Tak terkalahkan sampai laga puncak dan meladeni monster PSG.
Adu penalti, susah untuk berkata-kata. Selamat untuk PSG. Sampai detik akhir, inilah hasilnya.
Sebagai fans Arsenal, kita yang paling akrab dengan mencoba lagi. Berjuang lagi. Angkat dagumu, fans Arsenal. Di mata saya, ini bukan kekalahan yang memalukan.
#COYG
Hand on heart, I dont feel sad at all. Im so fucking proud of this group. Won us a PL after 22 years and took us to a UCL final. Kings who will be remembered forever. 99% of Europe would want our season.
Thank you Mikel and Thank you Arsenal.
I recognise my football club again.
SCOUTING PSG
Called in reinforcements for this one. A massive opposition report ahead of the final.
โข @setpiecesicko with an incredible set piece analysis
โข @austriangooner1 deep in the details
Here's how Arsenal win the Champions League. Link in replies. โค๏ธ