hopefully, after tka, semua org bisa tidur dgn nyenyak, makan enak, and do whatever makes them happy and feel at ease without having to worry about a thing
pas gw magang di dinas perpustakaan dan kearsipan tahun 2020, pernah diajak ngobrol sama kepala dinas abt this & dikasih referensi bacaan salah satunya thesis ini. gw sama temen2 melongo lalu bahas ini berhari2 ke temen2 lainnya. ngelihat sampe sekarang masih ada tuh nyesek :( 💔
mau masuk ptn top10, mau masuk ptn top20, mau masuk ptn kampus non top, mau masuk pts, lolos jalur snbp, lolos jalur snbt, lolos jalur mandiri, mau gapyear, atau bahkan semigap, kamu ga berhak tuh yang namanya menghakimi seseorang cuman krna hal diatas
kita emang perlu lebih banyak baca sejarah dari berbagai perspektif. soalnya bukan sekadar siapa yang menjadi korban, tetapi juga gimana ideologi, kekuasaan, dan kepentingan membentuk cara sejarah itu diceritakan. apa yang diingat sama pentingnya dgn apa yang dilupakan
surprisingly fisika gampang bangettt??? kebanyakan teori, kalaupun ada hitungan paling cuma pake rumus dasar. yang bikin mau modar tuh matlan anjayyyy kebanyakan nembak nembak
intinya jgn mengkerdilkan apapun bacaan orang lain, sekalipun lu ngga suka sama penulisnya, cara penulisan ataupun genrenya. bisa kok lebih halus lagi, saling mengedukasi. karena memang untuk persoalan sejarah negeri sendiri ada baiknya untuk ngga sedangkal itu.
tahapan dan fase org untuk terjun ke dunia sastra apalagi fiksi sejarah itu beda-beda, ngga semuanya bakalan langsung membaca yg "berat". Laut Bercerita tuh termasuk fiksi sejarah yg lebih mudah dipahami, terutama buat remaja/org yang baru mulai mendalami tentang sejarah.
makanya ngga nyampe di otak gue kenapa orang-orang secara sadar masih membeli buku-buku leila dan nonton film-nya di bioskop pula 😅 mana kebanyakan penggemar bukunya selalu bertingkah kalau membaca laut bercerita merupakan hal paling aktivis yang bisa mereka lakukan 😅
kalau sekedar buku Laut Bercerita aja belum bisa kita pahami "kenapa" buku itu bisa ditulis, gimana kita bisa mengerti sudut pandang dan alasan suatu buku tersebut ada—termasuk segala jenis genre buku.