"Aku bikin cookies buat Abang." Wajah Kala berubah merah jambu saat menanti lelaki yang lebih tua mengambil pemberiannya. Ya Tuhan, mengapa hal ini lebih memalukan daripada mengenakan kaus yang menunjukkan pusarnya? "Semoga Abang suka."
@evocativese
Ia menahan diri untuk tidak tertawa cekikikan melihat gelagat Arjuna. Ada penampilan yang harus Kala pertahankan hingga Arjuna menemukan apa yang ia sembunyikan.
"Oh, iya!" Teringat akan barang bawaannya, Kala buru-buru menyerahkan sebuah tas kecil ke arah Arjuna.
"Jadi lebih adem kalau kaya gini, Bang," jelasnya dengan penuh keyakinan. Namun, sepintas keraguan muncul dalam benak Kala. "Bajuku aneh ya, Bang? Ngga cocok sama aku?"
@evocativese
Yes!
Pertanyaan atas pakaian yang ia kenakan menandakan bahwa Arjuna menyadari cara berpakaian Kala. "Engga panas, kok." Ia menepuk perut dan dadanyaโrata, berotot, dengan seiris kulit yang terlihat dari balik kaus. Dan Arjuna melihat itu semua.
"Loh, tapi di lapangan, MVRP itu dipakai buat izin hadir di banyak event dalam satu hari tuh?"
โLoh, tapi di lapangan, MVRP itu cuma jadi label di bio supaya boleh main bebas tanpa SL."
Artinya makna MVRP sekarang bergeser jauh dari konsep aslinya seiring dengan waktu, yoys!
"Kok Abang kaget, sih? Kan aku udah bilang aku mau mampir," sahut Kala dengan bibir sedikit manyun. Kata temannya, yang juga menyukai pria berusia 'matang', gestur seperti ini bisa membuat mereka luluh. Kala harap, ucapan temannya bukan sekadar omong kosong belaka.