@andherence ⠀ ⠀
Merasakan tubuh direngkuh hangat oleh sosok yang dia tahu jelas siapa, Roméo menganggukkan kepala. Memang sudah ada dalam rencana mereka, bukan?
“Ke Indonesia, sayang? Kamu pasti lelah, ya?” Tubuh berbalik, agar kini bisa mendekap Rafandra yang tengah lelah.
⠀ ⠀
@andherence ⠀ ⠀
Roméo lantas memejamkan kedua netra begitu pinta Rafandra tertangkap dengan sangat jelas. Jadi berdebar, penasaran, apa yang akan dia terima? Apa hadiah untuk dia kali ini?
“Baik,” Gelap gulita, dia menunggu dengan sabar. Tidak ingin curang, rusak nanti ...
⠀ ⠀
⠀ ⠀
Menelusup tangan ke dalam garmen milik @andherence, lalu ditarik ke dalam pelukan. Mencari hangat.
“Mon chér, kamu mau ke mana liburan natal nanti?”
⠀ ⠀
@andherence ⠀ ⠀
Memang belum lama mereka meniti jalan pasca terikat satu sama lain. Namun jauh sebelum itu, tangis-tawa baik-buruk bertahun-tahun lamanya; seharusnya sudah cukup untuk jadi bekal mereka kedepannya, bukan?
“Ide bagus, aku setuju.” Lembut kecupan ...
⠀ ⠀
@andherence ⠀ ⠀
“Aku sudah menjadi anak baik. Serius.” 🥺 “Aku nggak nakal, nggak nakal sama sekali.” Kalau bisa melihat, ada ekor anjing imajiner mengibas girang.
⠀ ⠀
⠀ ⠀
Menepuk pundak @amoregape, berhubung mereka satu kediaman.
“Halo, bung. Maaf aku baru kembali, tapi ini hadiah untukmu. Ulang tahun, sekaligus natal. Semoga kamu suka succulent.”
⠀ ⠀
@andherence ⠀ ⠀
Hangat, kalau sudah begini; Roméo akan betah berlama-lama. Bersandar dagunya pada bahu milik Rafandra. Rindu setengah mati, yang dia rasakan.
“Tidak apa-apa di sini saja? Tidak mau pulang ke Indonesia? Kamu tahu, sambil mendiskusikan tanggal— ehem, pernikahan.”
⠀ ⠀