Musician Norm Oxman composed a song for his late cat, "Sympawny no.4 (Chubby Cat)."
It reflects the image of the cat.
A composer's musical portrait honoring deceased pets worldwide.
not my country tapi demi tuhan sakitnya aku pun rasa sekali. dahlah jadi pemerintah pun bodoh, 10+6=17, hantar dia ke kumon pls biar muntah buat math tiap hari.
Guys, di tengah semua drama MBG nasional yang korupsinya meledak, anggarannya bocor, dan tata kelolanya amburadul
ada satu universitas swasta di Yogyakarta yang diam-diam melakukan hal yang seharusnya jadi standar nasional.
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta meluncurkan program Makan Siang Berkah makan siang gratis untuk 1.500 karyawan setiap hari.
Dari dosen professor sampai petugas kebersihan dan satpam outsourcing.
Semua dapat porsi yang sama.
Tidak ada korupsi yang meledak.
Tidak ada kepala program yang ditangkap.
Tidak ada dapur fiktif. T
idak ada anggaran Rp335 triliun yang bocor ke kantong orang tidak jelas.
Karena sistemnya sederhana, terencana, dan yang paling penting dikelola oleh orang yang kompeten.
Dan ini yang paling membuat gue kagum:
UMY tidak membuat program baru dari nol dengan anggaran besar yang tidak jelas.
Mereka melakukan sesuatu yang sangat cerdas mengalihkan anggaran konsumsi rapat yang selama ini boros dan tidak efisien.
"Dulu dalam sehari bisa ada tiga rapat.
Satu orang bisa dapat tiga konsumsi.
Itu boros dan sering mubazir.
Sekarang cukup satu porsi makan siang yang layak, sehat, dan tepat sasaran."
Uangnya sudah ada.
Tinggal dikelola dengan benar.
Dan hasilnya 1.500 orang makan siang bergizi setiap hari tanpa perlu anggaran tambahan yang besar.
Dan ini yang paling menyentuh tidak ada yang dibedakan:
Dosen guru besar dengan gelar profesor.
Tenaga administrasi. Teknisi.
Petugas kebersihan. Satpam outsourcing.
Semua dapat porsi yang sama.
Semua diperlakukan setara.
Tidak ada meja VIP.
Tidak ada jatah khusus untuk yang berpangkat tinggi.
Di negara yang MBG-nya lebih banyak mengalir ke sekolah-sekolah favorit di kota besar sementara anak-anak di daerah terpencil tidak tersentuh ini adalah tamparan yang sangat keras sekaligus inspirasi yang sangat nyata.
Dan ini kontras yang paling menyakitkan dengan MBG nasional:
MBG nasional: Rp335 triliun per tahun.
Dikelola oleh BGN yang kepala pertamanya sudah ditangkap karena korupsi.
Dapur SPPG yang jumlahnya meledak dari 21.000 jadi 27.000 dan Zulhas sendiri yang mengungkap ada jual beli titik SPPG.
Belum beroperasi di ribuan titik.
Pengawasan tidak ada. Tata kelola amburadul.
MakSiBer UMY:
anggaran yang sudah ada dialihkan dengan efisien. 1.500 porsi per hari.
59 titik distribusi.
Menu bergizi bervariasi setiap hari.
Hari pertama ada kendala teknis langsung dievaluasi sore itu juga.
Bukan soal besarnya anggaran.
Ini soal siapa yang mengelola dan apakah mereka kompeten dan jujur.
Dan ini pelajaran paling penting yang bisa diambil:
Program makan bergizi yang benar tidak butuh anggaran ratusan triliun untuk bisa jalan.
Tidak butuh kementerian baru.
Tidak butuh ribuan dapur yang rawan dikorupsi.
Yang dibutuhkan hanya dua hal:
orang yang kompeten dan sistem yang transparan.
UMY membuktikan itu dengan 1.500 porsi per hari mulai mangut lele, tumis kacang panjang, tahu goreng sampai ayam kentucky dan tempe goreng.
Sederhana. Bergizi. Tepat sasaran.
Dan tidak ada yang mencuri di tengah jalan.
Kalau sebuah universitas swasta di Yogyakarta bisa melakukan ini dengan efisien dan bersih
tidak ada alasan logis kenapa pemerintah dengan anggaran ratusan triliun tidak bisa melakukan hal yang sama.
Kecuali memang dari awal programnya bukan untuk rakyat tapi untuk proyek.
kalian slalu beralasan anies dan ganjar memangnya kalau kepilih bisa apa?
FAKTA : ganjar dan anies bisa ngurus keluarga dgn baik dan benar
FAKTA2 LAIN:
1. Keduanya pernah mimpin kota sbg walkot & gubernur. Anies bahkan pernah jd menteri.
2. Keduanya dr ranah sipil
3. Keduanya ga ada track record pelanggaran HAM or dipecat.
4. Keduanya taat konstitusi
5. Program2nya lebih makes sense & invest ke otak, bukan cm ngenyangin perut.
Istrinya Anies dan Ganjar ibu2 beneran, Bukan ibu2 jadi2an.
Ust. Fatih Karim yg podcast sama Nikita Willy dan Indra : Rasulullah itu jadi suami dulu baru jadi nabi. Kenapa? Karena jadi suami itu laboratorium paling berat bagi laki-laki ya dirumah (tangga)
Hatiku rasanya seperti tersayat-sayat ketika harus mempresentasikan tentang Indonesia's Education system di forum e-ICON South Korea.
Di antara peserta forum, ada beberapa negara Afrika seperti Rwanda, yang bahkan terlihat lebih baik komitmen pemerintahnya terhadap kemajuan pendidikan bangsanya.
Di sebelah saya, ada guru sekolah setara SMA dari Filipina, yang gajinya bahkan hampir 3x lipat dari saya dengan masa kerja yang nyaris sama.
Lol w d sbux mam hokben sama duren monthong... terus jg pernah nangis pas nugas (fr). Blm lg tiduran.
Untuk mam dan nangis pas agak rame. Tp tiduran pas kosong.
Semingguan nongki d sbux dr buka smpe tutup. Tp gweh jajan byk yahh, min 1 minum 2 makanan sehari. Kangen wkwk
*1. Ukur dulu, jangan tebak*
Bra itu 70% ukuran band, 30% ukuran cup. Salah band = cup ikut salah semua.
*Cara ukur gampang di rumah:*
1. *Lingkar bawah payudara / Underbust*: Pake meteran, tarik kenceng pas di bawah payudara. Buletin ke angka genap. Ini jadi ukuran band kamu: 32, 34, 36, dst
2. *Lingkar atas payudara / Bust*: Meteran nggak dikencengin, pas di titik paling penuh. Pake bra tipis non-padded biar akurat
3. *Hitung cup*: Selisih Bust - Underbust
- Selisih 10cm = A cup
- 12.5cm = B cup
- 15cm = C cup
- 17.5cm = D cup
- 20cm = DD/E cup
- Naik 2.5cm = naik 1 cup
Contoh: Underbust 75cm, Bust 90cm → Selisih 15cm = *75C*
*2. Tanda bra kamu kebesaran cup:*
- Ada rongga/bergelombang di atas cup pas diisi
- Tali bahu kenceng banget tapi payudara tetep turun
- Kawat samping nggak nempel ke badan
*3. Tanda bra kamu kekecilan cup:*
- Payudara meluber keluar atas/samping = "double boob"
- Kawat nancep & sakit ke payudara
- Cup ketarik jadi bentuknya V, bukan U
- Punggung gatal/berbekas merah parah
*4. Trik pas fitting:*
1. *Pasang hook paling luar dulu*. Hook makin ke dalam dipake seiring band melar dicuci
2. *Scoop & swoop*: Pas pake bra, jongkok dikit terus "scoop" semua daging payudara dari ketiak ke depan biar masuk cup semua
3. *Band harus lurus*. Kalau naik ke atas punggung = band kebesaran. Band yang nahan 80% berat, bukan tali
4. *Coba angkat tangan*. Bra yang pas nggak bakal naik & payudara nggak keluar cup
*5. Catatan penting:*
1. *Size tiap brand beda*. 34C di H&M bisa jadi 36B di Wacoal. Wajib fitting
2. *Payudara kiri-kanan nggak sama*. Ikutin ukuran yang lebih besar biar nggak meluber
3. *Ukuran berubah tiap fase*: Pas PMS, naik/turun BB, abis nyusuin. Ukur ulang 6 bulan sekali
4. *Model ngaruh*: Bra minimizer, push-up, bralette itu fit-nya beda meski label size sama
*Kesalahan paling umum*: Ngebeli cup gede tapi band kebesaran. Hasilnya malah nggak nyangga. Band yang kenceng + cup pas > band longgar + cup gede.
Wartawan yang memberitakan dugaan terhadap kehidupan pribadi Ju Haknyeon telah didakwa atas pasal pencemaran nama baik oleh kejaksaan Seoul Western district.
Kejaksaaan menyatakan wartawan tersebut bersalah setelah melakukan investigasi mengenai berbagai barang bukti. Wartawan tersebut diketahui pada saat diinvestigasi oleh pihak kepolisian mengaku tidak tahu bahwa tuduhan prostitusi itu tidak benar.
https://t.co/vIkqCrGq1a
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
ini pidatonya bagus banget serius. mimin coba bantu rangkumin isi pidato yang 11 menit yg isinya daging semua ini
>Anies buka pidatonya dengan nostalgia kecil. Dia cerita UGM jadi tempat emosional buat dia karena area GSP dulu lapangan bola tempat dia main waktu kecil. buat dia hadir di wisuda UGM bukan cuma acara formalitas aja tapi semacam pulang ke tempat yg punya banyak memori.
>Lanjut dia, wisuda memang jadi hari yg luar biasa untuk banyak org, tapi besoknya semua bakal balik ke realita. menurut dia ujian hidup yg sebenarnya bukan terjadi di momen spesial kayak wisuda tapi justru di hari-hari normal yg dijalanin terus-menerus.
>Mumpung gabut saya rangkumin isi videonya (khususnya buat buzzer)
>Anies bilang kondisi Indonesia sekarang tuh lagi ga baik-baik aja. Rupiah jatoh ke titik terendah sepanjang sejarah, harga barang naik, lapangan kerja makin dikit, daya beli masyarakat melemah.
>ke depan jg tantangannya masih panjang. Dunia lagi panas gara-gara geopolitik ama konflik Timur Tengah, ditambah El Nino kuat. Jadi masalah datengnya barengan, bebannya rakyat jadi dobel
>yg paling dibutuhin sekarang itu kepastian bukan sekadar narasi tenang aja atau masalah dianggap ga ada. Kepastian muncul kalo pemerintah transparan, buka semua data, kasih arah yg jelas, dan keliatan negara ini mau dibawa ke mana
>Masalahnya yg kejadian malah kebalikannya. Data yg ditampilin cuma yg bagus-bagus, yg jelek disimpen. Pejabat jg sering becanda atau terlalu enteng ngomongin masalah serius. Kebijakan hari ini beda ama besok, akhirnya pada bingung
>Padahal warning udah dateng dari banyak pihak. Dari ekonom dalam negeri, lembaga keuangan dunia, sampe media dalam dan luar negeri
>Solusi dia: berhenti kasih obat tidur ke rakyat. Buka semua data apa adanya, jujur ama kondisi, bikin kebijakan yg jelas dan konsisten, terus pemerintah harus beneran serius dari atas sampe bawah