Aneh kan?
Gak ketemu, gak chat, tapi rasanya masih sama. Kuat banget lo di hati gue. Mau punya tapi gak mampu, mau lupain malah gak tau caranya. Sampe sekarang masih bingung harus ngapain sama perasaan ini.
Gak tau sampe kapan perasaan ini bakal ada, tapi buat sekarang gue masih belajar hidup sama rasa yang ada, padahal yang beneran udah hilang dari hidup gue :)
Menurut gue, wanita dengan self love yang tinggi memang gampang muak sama omong kosong. Tapi mereka juga gak otomatis impressed sama pria yang merasa punya power cuma karena bisa provide.
Karena buat mereka, relationship bukan transaksi satu arah. Yang dicari itu equal partnership, intellectual synergy, dan seseorang yang bisa diajak tumbuh bareng.
Providing is valuable, tapi kalau cuma itu yang lo punya, it’s not power. Itu cuma salah satu bentuk kontribusi.
I want a daily routine, predictable weekend, year-end trip to the same city, the same circle of friends, the usual workout, the same meal plan, a scheduled annual project release, a path to go through, laughing at the same stories, and one comforting face in all those moments.
Man to girl:
Carilah laki-laki yang emotional intelligence-nya tinggi.
Supaya saat dia tau pasangannya sedang kesal, dia mau ajak bicara. Cari tau akar masalahnya, lalu cari solusinya bersama.
Bukan malah pura-pura tidak terjadi apa-apa. Bukan yang bilang "biarin deh, nanti juga membaik sendiri" atau "males dibahas, nanti ribut". Lalu membiarkan wanitanya menenangkan emosi dan amarahnya sendirian.
girls.... pleaseeeee pick the gentle one. the kind one. the one who brings you peace. the protective one. the one who is sure of you. the one who respects you. the one who understands your silence.
Bapak diminta gantiin pampers anak. Masangnya miring. Anak bocor. Kasur basah.
Istri dateng, ganti ulang, beresin kasur, ganti sprei.
Bapak berdiri di samping, angkat bahu: "Yaudah kamu aja deh, Ma. Aku emang gak jago ginian."
Bapak merasa itu pengakuan jujur atas kelemahan Bapak. Rendah hati. Bahkan mungkin lucu.
Pak, itu BUKAN kelemahan. Itu STRATEGI. Dan strategi itu punya nama di dunia psikologi: Weaponized Incompetence. Ketidakmampuan yang dijadikan senjata.
“Someone who lets you rest” might be one of the most beautiful relationship dynamics there is.
A parent who opens the door and welcomes you home after everything has fallen apart. A best friend whose voice alone quiets your mind. A partner who tells you to stay in bed a little longer because the dishes can wait.
A stranger who notices how exhausted you look and offers you their seat on the train.
There is something profoundly human about people who make you feel like you don’t have to carry the weight of the world all by yourself. They don’t just love you they give you somewhere to put your burdens down, if only for a little while.
do you guys like journaling?
i made cute y2k washi tapes .png for my people who loves decorating journals, photos, anything! ₊˚⊹ᰔ
🍎 personal use only
please RT before use ദ്ദി ˉ͈̀꒳ˉ͈́ )✧