@andri8282 sampai nyamar ya
HAHAHA
Gatau ya tapi kesal sama ngaku korban dri dom asal karena ga punya akal.
Mungkin para korban ini di RL juga ga punya status apa - apa ibaratnya mah ga menarik atau prestasi
sehingga ga takut kehilangan status kali ya,
Dulu ,
waktu kecil pernah baca cerita dewasa ,
Sehingga dipenuhi dengan kalimat-kalimat vulgar yang soft spoken
"tanpa sehelai benang-pun"
"Menggelinjang"
"Biji kacang di vaginaku diobok-obok"
Sifat dom ,
Bukan hanya abuse secara verbal atau tindakan , tapi harus punya sifat nurturing juga.
Tanpa itu mah , hanya orang biasa tanpa power di RL yang melampiaskan hasrat di alter.
Harusnya juga bisa keliatan dari cara menyusun kalimat yang disampaikan opihak Domnya
Consent
Banyak yang nyepelein, dengan cara mikir akan mengurangi rasa nikmat karena adanya batasan.
Padahal salah satu hal penting sebelum mulai scene, agar kedua belah pihak menyetujui hal yang sama dan bisa saling percaya satu sama lain.
Malam ini apartemen terasa lebih gelap dari biasanya. Hanya lampu redup yang menyala.
Di depanku berdiri dia tangannya sudah terikat rapi ke belakang dengan dasi sutraku.
Matanya berkaca-kaca, napasnya cepat. Aku mendekat, mengangkat dagunya dengan satu jari.Kamu ingat safeword?
To do Action
setelah hasil vote ini gabungan dari keduanya yang bisa dipraktekin
Edge 10-15 menit tanpa boleh cum, lalu dihukum dengan “No touch 1 jam” + kata-kata kasar dari Master.
Slide to dm's for the report on ur progress