ᴡʀɪᴛᴇʀ ɴᴏᴛᴇ :
❖ scramblegggs is a cyber account. this will be filled with my daily rants, college-related topics, kpop stuff [such as fangirling over my favorite idol/actor/actress], and hyping up k-dramas or variety shows I've watched.
❖ i speak broken eng and bahasa.
prabowo masuk koran negara australia isinya:
- prabowo bilang ekonomi itu “simpel”
- tapi rupiah turun 8% tahun ini
- tembus rp18.000/dolar 13 kali sejak juni
- harga makanan naik, 30.000+ lapangan kerja hilang semester 1 2026
- pasar saham indonesia jadi salah satu terburuk di dunia tahun ini
- msci pertimbangin turunin status indonesia dari emerging market ke frontier
- gubernur bi perry warjiyo mundur mendadak, bikin pasar goyang
- popularitas prabowo turun dari 80% jadi 51,1% (bahkan ada survei yang catat cuma 49,5%)
- pebisnis china keluhin aturan berlebihan dan pemerasan otoritas
- indonesia defisit dagang pertama dalam 6 tahun
Kasus yang pernah di tangani Febrie si manusia emas:
- Timah PT Timah — Rp 300 T
- Minyak Pertamina — Rp 285 T
- Asabri — Rp 22,8 T
- Jiwasraya — Rp 16,8 T
- Ekspor CPO — Rp 18,3 T
- Sawit Duta Palma — Rp 78,7 T
- Pesawat Garuda — Rp 8,8 T
- BTS Kominfo — Rp 8 T
- Impor Besi/Baja — Rp 19,9 T
- Tekstil Bea Cukai — Rp 1,8 T
- Chromebook (Nadiem) — Rp 809 M (uang pengganti)
- MBG BGN — belum disebut nilainya
Total: ±Rp 763 triliun
total duit sitaan dari febrie 543 miliar
Melihat Fadli Zon yg menjelaskan sambil jalan sementara lawan bicaranya naik mobil buggy, dia terlihat seperti tidak ada harga dirinya. Padahal, latar belakang keilmuan Fadli Zon cemerlang.
Fadli lulus S1 di Fakultas Sastra UI dan S2 di London School of Economics. Dia juga mahasiswa berprestasi. Fadli adalah Mawapres UI dan mewakili kampusnya tampil di ASEAN Varsities Debate IV (1994) di Malaysia.
Belum lagi ngomongin keterlibatan Fadli di organisasi kebudayaan. Fadli ini punya perpustakaan di Cimanggis, Depok, di Sumatera dan jd dewan pembina rumah puisi Taufiq Ismail.
Pak Fadli, anda tidak seharusnya bertindak seperti itu. Anda memang pembantu Prabowo di kabinet, membantu menjaga dan mengembangkan kebudayaan. Bukan seperti "jongos" yg melayani majikan.
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.
Guys, Connie Rahakundini Bakri guru besar hubungan internasional yang sekarang mengajar di Rusia baru balik ke Indonesia dan bicara sesuatu yang menurut gue paling jujur dan paling berani yang pernah gue dengar tentang kondisi negeri ini.
Dia tidak bicara dari pinggir.
Dia bicara sebagai orang yang melarikan diri dari Indonesia karena nyawanya terancam.
Sebelum Prabowo dilantik Connie terlalu keras menolak proses Gibran yang menabrak konstitusi.
Dia bahkan turun sendiri ke depan Istana.
Bukan aktivis jalanan tapi ilmuwan pertahanan yang sudah puluhan tahun di bidangnya.
Tengah malam dia dapat peringatan dari FSB intelijen Rusia bahwa dia akan diselesaikan.
Diberi waktu 24 jam untuk keluar dari Indonesia.
Dia menemui Ibu Megawati malam itu.
Dan Ibu hanya bilang satu kalimat sambil memandangi foto lamanya bersama Bung Karno:
"Kalau sudah begini lebih baik ikuti saja."
Connie pergi.
Dalam semalam.
Dengan surat khusus dari Kedutaan Rusia.
"Mungkin mau diAndri Yunuskan.
Mungkin mau dimunirkan.
Saya tidak tahu.
Yang pasti saya harus pergi."
Dari St. Petersburg dia melihat Indonesia dengan mata yang jauh lebih jernih dari siapapun yang masih ada di dalam sistem.
Dan satu hal yang paling dia tekankan tentang Putin — yang menurutnya paling Indonesia tidak punya:
"Kekuatan Putin yang paling saya kagumi adalah:
masyarakat tidak boleh susah.
Semua bahan pokok tidak ada yang naik.
Apapun yang terjadi dengan negara kehidupan mendasar rakyat tidak diganggu."
Rusia kena sanksi terberat dalam sejarah.
McDonald's ditutup.
Chanel angkat kaki.
Semua brand Barat pergi serentak.
Rubel pernah jatuh.
Tapi besok paginya McDonald's sudah buka dengan nama baru.
Coca-Cola sudah diganti merek lokal.
Harga beras, minyak, kebutuhan pokok tidak bergerak.
Rakyat tidak panik.
Tidak mengeluh.
Mereka hadapi bersama dan langsung cari solusi sendiri.
Hasilnya: kepercayaan rakyat pada pemerintah tetap solid. Karena apapun yang terjadi di level geopolitik perut rakyat tidak diganggu.
Bandingkan dengan Indonesia.
Rupiah melemah harga beras naik.
Pertamax naik.
Harga obat naik 10-20%.
Suku bunga naik.
Dan pejabat masih bilang fundamental ekonomi kita baik-baik saja.
Connie langsung tembak kenapa bedanya:
"Di Indonesia para pemimpin diambil dari tanda terima kasih.
Latar belakangnya apapun tidak dilihat."
Putin menunjuk mantan Menteri Ekonomi muda sebagai Prime Minister khusus yang bertanggung jawab atas industri kreatif game, fashion, AI, robot semua dikembangkan masif dan terencana menggantikan yang pergi.
Di Indonesia kepala BGN yang mengelola Rp335 triliun tidak punya kompetensi di bidangnya.
Hasilnya korupsi meledak sebelum setahun program berjalan.
Soal Prabowo yang terlalu sering ke luar negeri Connie tidak basa-basi:
Dalam 15 bulan menjabat 3 bulan di luar negeri.
Biaya rata-rata Rp20 miliar per hari.
"Rp20 miliar sehari you can do a lot.
Sekolah bisa dibangun 10 sekaligus. S
ementara di Aceh anak sekolah masih harus naik tali melewati arus sungai yang deras."
Dan dia banding langsung:
"Saya tidak pernah lihat Putin pergi ke luar negeri setiap dua minggu sekali.
Tidak ada presiden yang melakukan itu.
Kenapa Indonesia terus permisif?"
Soal buzer yang menyerang pengkritik pemerintah Connie paling keras di sini.
Dia tahu mejanya yang mana.
Dia tahu nama yang mengerjakannya.
Dan dia sudah kirim pesan langsung ke mereka:
berhenti atau dia yang ramaikan.
"Siapa yang bisa beli peralatan negara secanggih itu? Rakyat.
Kenapa rakyat dipakai untuk menghantam rakyat yang sedang mencoba mengkoreksi jalannya bernegara?"
Di Rusia orang yang punya pandangan berbeda tetap bisa berdebat.
Yang diserang adalah argumennya bukan orangnya. Yang dikriminalkan bukan pendapatnya.
Di Indonesia yang mengaku demokrasi Saiful Mujani dikriminalkan.
Dino Patti Djalal diserang.
Dokter Tifa dipolisikan.
Hanya karena berbicara.
Dan prediksi Connie soal Indonesia ke depan tidak ada yang lebih keras dari ini:
"Kalau Indonesia terus berjalan seperti ini —arus ada radical break.
Kalau tidak ada kita tidak bisa lanjut."
Soal Pemilu 2029 dia bilang blak-blakan:
"Kalau Prabowo mau jadi presiden lagi dia pasti menang.
Buat apa pemilu?
Cuma menghabiskan uang.
Jadi stempel saja seperti Orde Baru."
Dan skenario yang lebih berbahaya:
Prabowo tidak maju sendiri tapi mewariskan kekuasaan ke orang yang dia sayangi.
Persis pola Jokowi.
"Berkuasa itu enak.
Dan semua orang di sekelilingnya akan mengamini itu."
Dan Connie menutup dengan satu kalimat yang menurut gue paling menyentuh dari seluruh obrolan ini:
"Kami tidak minta gaji dari pemerintah.
Kami tidak minta jabatan.
Kami cuma ingin negara ini benar.
Harusnya pemerintah berterima kasih bukan mengkriminalisasi kami."
Indonesia punya sumber daya alam melimpah. Penduduk 270 juta.
Posisi geopolitik yang sangat strategis.
Yang tidak dimiliki Indonesia adalah satu hal paling sederhana tapi paling susah didapat:
Pemimpin yang benar-benar menempatkan kesejahteraan rakyat bukan kelanggengan kekuasaan sebagai prioritas utama.
Sampai itu berubah rupiah akan terus melemah.
Buzer akan terus menyerang.
Dan rakyat yang paling bawah akan terus membayar harga paling mahal dari semua keputusan yang dibuat oleh orang-orang yang tidak pernah merasakan hidupnya.
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L