beberapa hari yang lalu gw lagi down-downnya.
sebagian besar karena kerjaan yang karirnya gatau mau gw bawa ke arah mana,
selebihnya tentang kekhawatiran di masa depan yang mungkin lebih jauh dari yang gw takutkan.
setelah itu gw mikir. apa iya gw bakal terus-terusan ngejalanin hidup dengan khawatir?
apa semua orang ngerasain yang sama?
gak adil rasanya sama Tuhan yang udah ngasih nikmat berlimpah ke gw buat ngejalanin hidup kayak gini.
setelah itu gw jadi tersadarkan. mungkin gw harus ngejalanin hari dengan pikiran
“do everything with the joy of trying anyway, even if you failed, you will learn something.”
seketika perlahan hari yang gw jalanin terasa lebih ringan, karena sebagian besar beban kekhawatiran hilang gitu aja.
semoga kita semua bisa ngejalanin hidup lebih membahagiakan setiap harinya,
tanpa perlu khawatir berlebihan soal masa depan. aamiin.
i think pada dasarnya semua jurusan itu berguna, but maybe the real issue is that our country doesn’t invest equally in developing opportunities for every field of knowledge. some are nurtured, funded, and prioritized, while others are left fighting for survival. sedih sih
There’s absolutely nothing more pleasing than watching yourself do the things you said you’d do. I really value honoring the promises I’ve made to myself.
it’s kind of insane that it’s completely normal now to spend basically every waking hour looking at some kind of screen. genuinely do you think you could go a week without electronics
Rather than bersaing, aku nyoba cari temen yg open for discussion, mau diajak belajar bareng, dan mau saling berbagi ilmu. Dengan hal itu aku bisa naikin performa akademikku dengan sehat. Kenapa aku ga milih bersaing? Karena tujuan aku sekolah itu buat belajar, yang -
gue tuh gapernah ngerasa lonely kalo sendiri. i enjoy my time alone sooo mucchhhhhh. ama temen oke banget, tapi kalo sendiri gue ngerasa lebih oke lagi wkwk. malah lebih ngerasa lonely kalo temen2 gue pada bawa pacarnya pas ngumpul wkwkw
ternyata gw blm se-mature itu buat explaining why do i get so disappointed, why do i feel like u dont appreciate me enough, why do i feel like im worthless, keep wondering "w/o my body & money, would people still be around me?", and why are u so inconsiderate
Aku gak mau 'kabur aja dulu', mau hidup di Indonesia. Tapi gak mau juga hidup dgn survival mode terus, mau hidup bahagia menikmati fasilitas selayaknya di LN. Kan aku warga, bukan penjahat.
Pengennya yg 'kabur aja dulu' tuh mereka yg korupsi, sekeluarga2nya aja sono. Tapi hidup miskin, diusir dari negara. Kan mereka penjahatnya.