I want it to get through every white person’s thick heads that the white oppressors sign wasn’t for “farming discourse.”
It was because the only black speaker at the event got turned down for wanting to speak out her experience being disproportionately affected by transphobia.
Kotaku releases Controversial Article on 'Mushoku Tensei':
"There’s a pedophilic elephant in the room we have to address. The author of this grooming-based harem story disguised as a fantasy isekai has either refused or forgotten to give Rudeus a comeuppance for these crimes, and instead rewards him for them"
"If you really need a new isekai to watch, just watch Reborn as a Vending Machine instead. It’s not good, but at least the vending machine isn’t a sex criminal."
"Hidup Perempuan! Hidup Buruh! Hidup LGBT!"
Begitulah suara tuntutan yang digemakan dalam aksi Aliansi Perempuan Indonesia (API) hari ini.
Aksi berpusat di depan Gedung Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham), Jakarta Selatan, sebagai bentuk peringatan sekaligus seruan untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap kelompok ragam gender dan seksualitas.
Aksi berlangsung pada pukul 13.00 hingga 16.30 WIB dengan mengusung tuntutan "Hentikan Kekerasan Terhadap Ragam Gender dan Seksualitas."
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen organisasi yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia—menyatakan solidaritas terhadap perjuangan HAM tanpa diskriminasi.
Peserta aksi menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan tindakan persekusi yang masih dialami kelompok ragam gender dan seksualitas. Mereka juga menolak berbagai kebijakan yang dinilai diskriminatif serta mendesak negara untuk menjamin perlindungan hak asasi manusia bagi setiap warga negara tanpa membedakan identitas gender maupun seksualitas.
📸Elvina Manuella Simanjuntak/Konde.co.