life goes on, banyak rintangan yang harus dilewati, banyak jalan yang harus dipilih, tapi ketika kamu sudah memilih jalan itu, jangan pernah melihat kebelakang, tapi fokus kedepan, dan jangan pernah menyesali jalan yang kamu pilih.
gue ngebayangin yang kasus LGBT di kampus jakarta waktu itu yang sampe di persekusi hingga bapak nya sujud sujud ditengah kumpulan mahasiswa yang katanya cendikia,
meanwhile yang begini, cuma dapat skors/cuti kmpus dan sebenarnya kasusnya ga terkuak ke umum kalo dia ga ikutan COC, yg artinya dia dilindungi dong yg maybe dengan dalih citra kampus.
miris sih, dari sisi kemanusiaan ga adil aja, dan back again, karena lo di indo, lo cakep, lo aman.
gue ngebayangin yang kasus LGBT di kampus jakarta waktu itu yang sampe di persekusi hingga bapak nya sujud sujud ditengah kumpulan mahasiswa yang katanya cendikia,
meanwhile yang begini, cuma dapat skors/cuti kmpus dan sebenarnya kasusnya ga terkuak ke umum kalo dia ga ikutan COC, yg artinya dia dilindungi dong yg maybe dengan dalih citra kampus.
miris sih, dari sisi kemanusiaan ga adil aja, dan back again, karena lo di indo, lo cakep, lo aman.
ih bakal cocok gak ya di kampus baru? jujur udah gaada energi dan udah ga excited lagi kaya waktu awal masuk unud, energiku dah abis. rasanya kalo bisa skip ospek mending skip dan langsung kelas aja 🫠
ini gw tidak bermaksud merendahkan sastra ya, karna sebenernya rezeki orang itu tergantung usaha masing2, tapi ini cuma pemikiran gw aja waktu gw lagi galau galaunya kemarin.
ibaratnya gini, ada loker yg terbuka untuk umum semua jurusan, kuotanya 1 tapi yg daftar 2 org, yg 1 anak sastra, yg satu anak vokasi (d4), menurut kalian yg BERPELUANG lolos mana? 😕 nah begini pemikiran gw
gua mengorbankan seluruh privillage gw di bali cuma demi jurusan dan kampus yg lebih unggul, supaya memperbesar peluang gw dalam mencari pekerjaan, atau malah mencari pekerjaan diluar negeri. sebenernya dalam hati gak rela banget ninggalin bali, tapi harus realistis huftt
mostly anak anak sastra/seni paling gak suka sama orang orang yang agamis, karena pemikirannya sempit, tidak logis, dan banyak yang pake dogma dalam bertindak! (gw sendiri paling anti sama org yg agamis dan tidak rasional)
@keonbaerry benerrr, suka ngurusin urusan orang, suka mendosa dosakan orang tapi ga sadar diri dan ga berkaca kalo dirinya sendiri juga pendosa, udah berasa dia yang ngatur dosa sama amal manusia.
gua mengorbankan seluruh privillage gw di bali cuma demi jurusan dan kampus yg lebih unggul, supaya memperbesar peluang gw dalam mencari pekerjaan, atau malah mencari pekerjaan diluar negeri. sebenernya dalam hati gak rela banget ninggalin bali, tapi harus realistis huftt
Edukasi per-Gayan agar tetap sehat tapi kebutuhan biologis terpenuhi (kalau mau ada yg nambahin yes please 🙏)
kalau kamu secara seksual aktif disarankan :
1. Cek rutin HIV dan Penyakit seksual lainya (dibeberapa puskesmas rasanya gratis paling bayar adm aja)
2. Kalau hasil HIV dan Penyakit seksual lainya negatif kalian bisa minta PrEP medication
kalau dua diatas sudah kelar ini yang gua tau
1. Minum 2 tablet PrEP 2 jam sebelum sex. (jadi aturanya 2 tab 2 jam sebelum sex - 1 tab 24 jam setelh minum pertama - 1 tab 24 sesudah minum terakhir, jadi 2-1-1).
2. Minum 2 tablet doxycycline-pep sesudah sex (untuk mencegah STI seperti sifilis,gonorhae dll)
3. Kalau bisa suntik Vaksin HPV 3x (harga kisaran 1-3 persuntikan bisa mencegah 9 jenis penyakit hpv)
4. Vaksin Mpox 2x
5. Condom
6, Ngga ada luka terbuka pas berhubungan badan
!imissu ohh pantesan gp dan jajarannya pada gaberani kritik rektorat dengan catus pata kebanggaannya. Ternyata bestie banget bisa make nepotisme. Kalian nyadar gasi bem sekarang lembek banget ke kampus
HAHAHAHA FORRIL JIRRR DIKASIHH 😭😭 (FYI GW BUKAN ORANG YG AKTIF HS YAA) gw test karna emang dari dulu pas masih pacaran pengen test tapi blm jadi2 karna takut di cecer pertanyaan ma dokter. tapi ternyata engga. sebenernya ini bakal dikasih kl minta ya, kl ga dksh hrs req sndri.
Halo Petugas HIV Bandung disini.
Alasan kenapa kami sering memberikan kondom dalam jumlah banyak, bahkan sampai satu dus:
1. Agar stok tersedia saat dibutuhkan : Banyak pasien yang merasa malu membeli atau meminta kondom, padahal mereka memiliki aktivitas seksual yang cukup tinggi. Dengan memberikan stok yang cukup, kami berharap risiko hubungan seksual tanpa kondom dapat berkurang. Selain itu, tidak sedikit pasien yang baru kembali melakukan tes HIV setelah satu atau bahkan dua tahun. Karena itu, kami membekali mereka dengan persediaan yang cukup untuk jangka panjang. Kondom yang kami bagikan juga umumnya masih memiliki masa kedaluwarsa hingga sekitar empat tahun ke depan.
2. Harapannya bisa diteruskan kepada orang lain yang membutuhkan : Kalaupun penerimanya sedang tidak aktif secara seksual, kami berharap kondom tersebut bisa dibagikan kepada teman-temannya yang aktif secara seksual. Berdasarkan pengalaman di lapangan, ada orang yang enggan meminta kondom langsung ke fasilitas kesehatan atau petugas HIV, tetapi lebih nyaman menerima dari teman sendiri.
3. Memberikan banyak kondom bukan berarti mendorong orang untuk berhubungan seks lebih sering : Tujuan utamanya adalah pencegahan. Faktanya, di lapangan masih banyak orang yang sudah diberikan kondom pun tetap tidak menggunakannya. Kami berharap dengan selalu memiliki stok kondom, mereka akan lebih mudah mengingat dan memilih menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual, sehingga risiko penularan HIV dan infeksi menular seksual lainnya dapat ditekan.
jiwaku udah di sastra, tapi sastra belum tentu memberiku hidup, jadi aku lebih milih cari aman buat masa depan, karna aku anak tunggal, kalau sampe jatuh gaada yang bisa nolong 🫠