Lo tau organisasi pencak silat yang logonya ada di mana-mana itu?
Yang konvoinya bisa 5.000–7.000 orang sekaligus?
Yang anggotanya sampai 7 juta jiwa di 236 kab/kota, plus 10 komisariat luar negeri?
Yang ajaran resminya adalah "mendidik manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah"?
Iya. Kita perlu ngobrol soal PSHT.
@afrkml Ini yang sedang menimpa anak saya, umur 3 tahun konstipasi sudah kontrok dr Spa +- 6 kali obat yang tercover BPJS cuma laktulosa dan dulcolax supp...dokternya sampe bingung kalau obatnya hanya ini gimana saya mau mengobati.
@althafrafianto@AryHHAry Mulai dari nol lagi berarti ya...?
Misal nih, kita pernah ke Jakarta dan berjalan disana apakah suatu waktu kita akan mencari jalan lagi ke Jakarta...? Misal nih misal
Apakah kita benar2 “pergi ke Bulan" atau hanya menembakkan diri ke titik kosong di ruang angkasa, berharap Bulan dtg menemui kita di sana?
Saat Artemis II diluncurkan 1 April lalu, para insinyur NASA tdk mengarahkan Orion ke tempat Bulan berada saat itu. Mrk mengarahkan roket ke koordinat yg kosong.. sebuah titik di mana Bulan akan berada lima hari kemudian, tepat 252.757 mil dari Bumi.
1 kesalahan perhitungan kecil saja, dan kru Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen akan meluncur ke kehampaan.
Ini bmn fiksi ilmiah. Ini trajektori bebas-kembali (free-return trajectory).. konsep mekanika orbital yg mengajarkan kita 1 hal mendasar: di ruang angkasa, tdk ada “tujuan tetap”, hanya ada intersep. Kita tdk pernah pergi ke suatu tempat, kita selalu pergi ke suatu waktu.
Saya sering berpikir betapa kecilnya intuisi manusia di hadapan persamaan2 yg mengikat gravitasi, kecepatan, dan waktu. Kita terbiasa berpikir seperti pesawat terbang menuju bandara. Padahal perjalanan antariksa adalah seni memprediksi masa depan dgn presisi milimeter, melintasi ratusan ribu mil vakum.
Kemarin 6 April, mrk berhasil melewati sisi gelap Bulan dgn selisih hanya ribuan mil.. sebuah keajaiban matematika yg membuat saya semakin yakin: pemahaman kita tentang alam semesta bkn hanya soal pengetahuan, tapi juga kerendahan hati di hadapan ketepatan kosmik.
Bagi kamu, bgmn rasanya mengetahui bahwa perjalanan paling berani umat manusia ternyata adalah taruhan dgn masa depan yg tdk terlihat? 🤔🤔
Apakah ini membuat kamu semakin takjub.. atau justru semakin sadar betapa rapuhnya kita di tengah persamaan2 hukum alam semesta? 🤔🤔