Pemadaman listrik terjadi karena kebijakan si bolu ketan yang mangkas kuota produksi batubara perusahaan gila2an sampe 40%-70%. Gak cuma batubara aja sih, nikel dan emas pun juga dipangkas.
RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) bulan Juni gak di-acc. Jadinya gak ada produksi. Perusahaan tambang milih tutup. Efeknya banyak karyawan tambang yang dirumahkan.
Contohnya ada salah satu perusahaan tambang yang punya 12 ribu karyawan disisain cuma 300-400 aja di site buat jualan. Sisanya? Ya dirumahkan.
Alasan dirumahkan karena udah gak ada kegiatan. Tinggal jualan sisa yang ada doang. Ini pun tetep dibikin susah sama negara karena ada kebijakan 1 pintu.
Mau jual ke PLN lebih susah lagi cashflow-nya karena tau sendiri gimana bisnis sama pemerintah/BUMN. Pasti perusahaannya dipalak. Daripada dipalak, ya mending gak dijual.
Jadi ketersediaan batubara di PLTU yang harusnya seminimal mungkin tersedia untuk 26 hari, tapi sekarang kenyataan di lapangannya hanya tersedia untuk 11-12 aja. Dan ini terjadi hampir di semua PLTU yang ada di pulau Jawa.
Imbasnya terjadi pemadaman listrik karena stok batubara di PLN menipis. Jadi ibarat kata, sekarang PLN lagi berhemat. Tapi efeknya rakyat yang jadi korban.
Intinya ini semua terjadi karena kesalahan si bolu ketan dan jajarannya. Bisa jadi mereka salah itung karena kapasitas produksi tambang batubara masih gede tapi dibatesin buat jaga harga.
Ditambah saat ini rupiah melemah dan dollar makin tinggi. Semua bingung atur cashflow karena pemerintahnya sendiri juga bingung atur cashflow APBN disebabkan kebijakannya sendiri.
Tau sendiri kan APBN dihabisin kemana, ya ke embege dan kopdes.
Makanya salah satu tuntutan demo besok itu agar embege dan kopdes di stop karena udah ditahap bener2 ngerugiin negara.
Buat yang belum tau..
Saat ini ada krisis pasokan listrik PLN akibat stok batubara tidak cukup.
Menteri ESDM memangkas kuota batubara karena dipicu seretnya pasokan batubara DMO (Domestic Market Obligation) ke PLTU JaMaLi (Jawa Madura Bali).
Alhasil terjadi defisit daya 1.500 MW dan pemadaman bergilir di kota-kota besar.
Jadi buat menjaga agar harga batu bara dan nikel tinggi sehingga dapat pajak royaltinya besar, maka kuota produksi batu bara dipotong jauh
Contohnya Sinar Mas punya kuota produksi 55 juta ton tahun 2025. Tapi 2026 ini hanya disetujui 11 juta ton aja.
Dan dari 11 juta ton itu, 30% itu untuk lokal (ke PLTU, pabrik dan smelter di dalam negeri). Sisanya baru boleh ekspor.
Diperkirakan ini akan terjadi hingga September.
Jadi, siap2 aja kalo beberapa bulan kedepan bakal sering ada pemadaman listrik.