Banyak yang kagum karena suaminya jadi mualaf, tapi aku malah bingung lihat momen resepsinya. momen minum minuman yang diduga alkohol secara terang-terangan.
Apa cuma aku yang merasa aneh lihatnya? 👀
Eropa bisa punya work-life balance tinggi bukan karena mereka lebih “manusiawi”.
Tapi karena mereka 'pintar' mendesain sistem global.
Mereka outsource hampir semua pekerjaan kotor, berat, dan repetitif ke negara berkembang, termasuk Indonesia🙏🙏
Pabrik sepatu Nike, Adidas, HP Samsung, software perusahaan Jerman, customer service bank Prancis, sampai akuntansi perusahaan Belanda…
Semuanya dikerjakan oleh "tangan-tangan murah" di Asia dan Afrika.
Mereka dapat hasilnya. Kita dapat upah minim dan polusinya🙏😑
Jangan bilang ini konspirasi yaa.
Ini hasil dari Teori Comparative Advantage yang diajarkan di sekolah ekonomi.
Eropa fokus di desain, inovasi, branding, dan keuangan (pekerjaan bernilai tinggi).
Kita dikasih pekerjaan assembly, call center, dan produksi massal (pekerjaan bernilai rendah).
Ya.. hasilnya gini..
Mereka dapat libur panjang, gaji tinggi, dan jaminan sosial mewah.
Kita? Tetap jadi “pabrik dunia” yang kerja keras tapi dapat remah-remahnya doang!
Global Value Chain yang katanya “saling menguntungkan”...
Pada kenyataannya sangat timpang!
Yang perlu ditanyakan.. berapa lama lagi kira2 kita mau jadi “pekerja murah” bagi negara kaya yang sedang 'berjemur di pantai, sambil minum es kelapa' itu.. ?
Jujur, gua gak paham juga ya, ini ranahnya bukan orang biasa lagi yang bisa ngubah ini.
ketika guru-guru dinaikkan gajinya hingga 300% tapi cuma beberapa detik🥹
“karena itu pemerintah saya telah menaikkan gaji-gaji guru. ada yang sampai hampir 300% naiknya penghasilan guru-guru. EEEEE HAKIM-HAKIM KITA.”
Sebagai tenaga pendidik yang tiap hari lihat makanan dibuang gini, aku pengen program MBG di stop dan digantikan dengan program sekolah gratis.
Sayang tiap hari mbak disekolah buang maknan gini
cc:threadlisnasn20