Araujo, Gavi, Pedri, Cubarsí, Balde, Fermín and, above all, Lamine Yamal are a guarantee of the future on which the new Barcelona must be based. Laporta knows that those 200 million euros for Lamine from PSG would relieve the club a lot economically, but at the sporting level it would be a historical mistake.
— @marca
Setelah mendengar penuturan Okky Madasari, Sarjana dalam bidang Ilmu Pengetahuan Politik lulusan UGM thn 2005, Master Sosiologi Universitas Indonesia, dan penerima beasiswa Program Doktoral Universitas Nasional Singapura ini, maka bagi saya @TsamaraDKI yang mengatakan @gibran_tweet sebagai politisi muda yg kritis hanyalah 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐥 yang dungu dan sarat dengan omong kosong saja.
Seorang intelektual harusnya menilai dengan takaran yang terdidik, bukan yang paling terpicik.
Tsamara, you are..👎👎
The Most Authentic di Jakarta:
- Kopi Tak Kie sejak 1927
- Gado-gado Bonbin sejak 1960
- Maison Weiner sejak 1936
- RM Sepakat sejak 1967
- Es Krim Baltic sejak 1939
- Es Krim Ragusa sejak 1932
- Kikugawa sejak 1969
semoga otentik seperti ini yang dimaksud bukan yang fancy. 😅
Ada temen, kerja di perkapalan. Gaji wah banget
Tapi kalo sandar di Indo, gapernah nongkrong, beli hape aja minta izin ortu. Why?
Dia ngaku kalau gajinya 100% ke mamanya. Dia cuma dikasih sejuta untuk jajan.
Gw tanya, sisanya buat apa?
"Buat renov rumah ortu, buat persiapan nikah, dll"
"Ini adalah bagian bakti ke ortu"
Gw cuma bilang, "lu berhak 100% apa yg dihasilin dari keringat lu sendiri"
Tahun depan rencananya bakal nikah dengan kondisi 0 rupiah aset, sedang dia ga pernah menikmati gajinya.
Gw penasaran gimana nasib keluarga barunya kelak, apakah gajinya tetep 100% ke mamanya atau ga.
Yang pasti ortunya kurang bijak. Karena anak berhak menikmati apa yg udah dia dapatkan. Kalau dia menyisihkan uang untuk ortu, itu perkara lain
Masi ingat seorang temen ngasi nasehat ke gue di pesawat, "bro, cewe itu ga butuh sekolah tinggi-tinggi, ujung-ujungnya dia melayani suami doang, ngapain kuliahin adik mu".
Gue senyum doang.
Adik gue yang cewe itu anak bontot, satu-satunya cewe. Punya 3 big brothers.
I sent her to Lim Kok Wing University (ard 2006). She chose hair design as her major.
Beruntung gue bukan tipe yang mengambil keputusan tanpa dasar, ga sadar, trus mudah dipatahkan hanya karna argumen teman saya disampaikan dengan lugas dan tegas. 😁
I want her to experience life overseas. Away from home. Ga punya siapa-siapa, cuma bisa ngandelin diri sendiri dan teman.
Turned out, it was one of the best decisions I took: adik ku berubah jadi cewe yang mandiri.
Awalnya masih sering nelpon ke rumah, nanya ini dan itu, diskusi harus gimana, minta pendapat, ga bisa memutuskan.
Tapi ada 2 moment yang gue menolak bantu, I want her to decide and think on what to do next. Satu minor, yang kedua cukup major.
Yang pertama, dia call, "Ko, ada alat-alat bikin rambut yang satu paketnya RM2,000. Ini akan membantu sih dalam kuliah ku, kita beli apa engga ya?"
Respon gue, "Mel, you decide. Butuh apa engga, akan baik untuk skill mu atau engga, kamu yang tau. Koko ikut aja".
She made her decision.
Yang kedua, dia call dan cerita, "Ko, rumah kami disegel sama Bank, karna owner ga bisa bayar pinjamannya. Jadi kami harus keluar dari rumah ini dan kami masih ada deposit yang owner tahan, gimana ya?"
Respon gue, "Mel, koko ga bisa bantu. Kamu harus beresin urusan itu sendiri sama owner rumah. Nego sendiri gimana baiknya. Cari jalan keluar sendiri".
I even add this, "Jangan telpon lagi untuk urusan mu di sana, ambil keputusan sendiri atau bareng-bareng temen mu"
Telpon gue tutup.
Surprisingly, dia malah jadi leader of the pack. Dia yang mewakili temen-temennya untuk turun dan nego ke owner. Dapetin duitnya balik. Nyari tempat baru dan arrange untuk pindah.
I can't be any prouder.
Of course, dia masih tetep berkabar ke gue, ke orang tua, tapi ada banyak hal yang dia udah ga perlu nanya.
Saat mau kerja part time di resto timur tengah, ya dia apply aja.
Cuma cerita kalo dia sering dapet makan dari resto. Trus kenal semua owner staff resto lain di tempat yang sama. Punya teman dari negara ini, negara itu. Ada cerita seru apa, dll.
She is the leader of her own life.
Life changing event buat Amel, adik ku, adalah ketika dia magang di sebuah salon di Cyberjaya, milik pasangan Prancis - Malaysia.
Kebetulan ownernya baru pindah ke rumah baru dan bikin housewarming party.
Amel dikenalin ke seorang temen mereka di acara itu. They fell in love and then married with 2 kids.
I guess my attempt to buy my sister some life skills, ended up opening up a whole chapter of life for her.
Glad that she is now grow to be a very capable mom and supportive partner for her husband.
Kita ga tau hidup ngarahnya ke mana, tapi kalo niatnya baik, semoga hasilnya juga sama.
This is Jim Thorpe. Look closely at the photo, you can see that he's wearing different socks and shoes. This wasn't a fashion statement.
It was the 1912 Olympics, and Jim represented the U.S. in track and field. On the morning of his competition, his shoes were stolen. Luckily, Jim ended up finding two shoes in a garbage can.
That's the pair that he's wearing in the photo. But one of the shoes was too big, so he had to wear an extra sock. Wearing these shoes, Jim won two gold medals that day.
Mau ngaku, that’s me.
🙅🏽♀️Ga boleh main jauh
🙅🏽♀️Ga boleh belajar masak, nanti kaya perempuan.
🙅🏽♀️Ga boleh sepedaan entar jalan jauh.
🙅🏽♀️Ga boleh momotoran entar jd geng motor.
🙅🏽♀️Ga boleh punya tabungan, lo harus pulang tiap minggu dan harus diantar jemput. Kalo punya tabungan entar ga pernah pulang,
I lost a life skill that’s being able to drive my own bike and motorcycle.
🚲I learnt to bike during junior high school. I borrowed neighbour’s bike and then learnt myself.
🏍️I learnt to ride motorcycle on my 20s. That’s not after I gave my mom my graduation certificate and went to Jkt on my 19s.
I lost life skills. I lost social skills. And during my first few years living in Jkt I was constantly gaslighted.
Parents, don’t do any of the above! You’ll lose your kid.
Kisah Maliq & D’Essentials mendadak manggung di show Coldplay.
Kalo bukan karena celetukan iseng berhadiah Angga, mungkin ga akan kejadian.
Video from @pophariini’s TikTok. @maliqmusic
Dulu, gue menganggap FRUGAL LIVING itu:
• Hidup serba irit
• Murah nomor 1, kualitas nomor sekian
• Fokus memenuhi kebutuhan, ga boleh senang-senang
Setelah baca buku Your Money or Your Life
Gue baru paham ternyata definisi itu salah
Ini yang bener
Itulah kenapa orang tua rela bayar mahal buat sekolah anaknya, ya buat beli circle. Tuh liat sekolah Katolik di Menteng yang duit SPP sama uang gedungnya udah bikin mules, tapi ya circle-nya gak main-main.