Sesaat sebelum melewati pintu besar itu, ia sempat menoleh singkat ke belakang.
Satu pandangan terakhir pada tempat yang pernah menjadi rumah.
Lalu dengan senyum tipis dan hati yang terasa sedikit lebih ringan, Sean akhirnya pergi.
Bertahun-tahun sudah berlalu sejak Sean meninggalkan koridor batu tua Hogwarts.
Ia tak pernah benar-benar kembali.
Bukan karena tak rindu— justru mungkin terlalu rindu.
Setelah itu Sean berbalik perlahan.
Langkahnya membawa dirinya menjauh dari keramaian Great Hall, melewati wajah-wajah asing, suara tawa para murid, dan sisa-sisa perayaan yang memenuhi aula.