Berikut adalah stock foto dan video yang sempat tercapture dari aksi #KawalPutusanMK di depan gedung DPR RI yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan tanpa pembatasan apapun.
Yang mau nambahin, silakan ramaikan kolom komentar.
@tanganjojo@Cloudflare - Ekosistemnya cloudflare udah lengkap banget
- Global networknya everywhere. Jadi latencynya super rendah
- Paid plannya cuma $5
- Ga perlu pusing kalau tiba-tiba traffic naik atau under attack. Free tier udah cover 100K req/day. Standard plan udah include 10M req/bulan
Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) merilis (30/3) laporan investigasi independen “OPERASI PARA PENGECUT”, yang mengungkap dugaan keterlibatan 16 orang dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Temuan ini membuka indikasi operasi yang terorganisir dan melibatkan jaringan aktor besar.
Pada Senin (30/3/2026), Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap berbagai temuan investigasi awal mereka terkait penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Bagaimana perkembangan kasus ini dan apa yang TAUD sampaikan? Baca thread-nya sampai habis, ya.
Foto ini diambil pada 29 Agustus 2025 lalu di halte depan Polda Metro Jaya beberapa jam sebelum akhirnya halte tersebut hangus terbakar.
Sebuah foto yang akan terus relevan sampai kapanpun.
> Polisi mengklaim menangkap Bjorka
> Padahal yang ditangkap itu cuma faker alias peniru
> Bjorka kemudian merespons dengan membocorkan 341 ribu data pribadi anggota Polri yang berisi informasi nama lengkap, pangkat, tempat bertugas, nomor hp dan email 😂
Polisi dengan pedenya bilang kalau mereka nangkap Bjorka terus konpers seakan-akan yang ditangkap itu kasus yang wah banget.
Padahal yang ditangkap itu cuma bocah yang selama ini ngaku-ngaku jadi Bjorka dan bocah yang suka repost thread orang lain 🤣
Berdasarkan penelusuran dari beberapa media yang telah mempublikasikan terkait isu ini, klaim ini pertama kali datang dari akun Twitter @bjorkanesiaaa.
Tapi lucunya menurut klaim dari Bjorka yang asli, itu bukan dia dan dia mengatakan itu adalah ulah impersonator.
Protestor Septinus Sesa died from exposure to tear gas in Manokwari, West Papua. West Papuans have been protesting against the transfer of four political prisoners out of the homeland.
Seorang demonstran di Manokwari meninggal akibat gas air mata.
https://t.co/9i4Fos5A3U
Telah tercatat delapan orang meninggal dalam aksi protes selama sepekan terakhir:
1. Affan Kurniawan – Jakarta
2. Sarina Wati – Makassar
3. Saiful Akbar – Makassar
4. Rusdamdiansyah – Makassar
5. Muhammad Akbar Basri – Makassar
6. Rheza Sendy Pratama – Yogyakarta
7. Sumari – Surakarta
8. Andika Lutfi Falah – Tangerang
Bukan sekadar deretan nama,
Bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah warga dengan keluarga, sahabat, dan mimpi yang kini terenggut. Setiap nama mewakili nyawa yang hilang karena kekerasan yang seharusnya tidak pernah terjadi.
Rakyatnya meninggal dan luka-luka akibat kebrutalan polisi, bahkan sampai hari ini masih banyak yang ditahan di berbagai Polsek, Polres dan Polda.
Yang dijenguk malah polisinya 👍🏻
Perputaran uang di Tiktok Shop tahun lalu aja 102 triliun. Perputaran per hari berarti 270 miliar/hari. Btw, hampir 80 persen transaksi Tiktok shop itu dari live. Dari live duit muter sekitar 220 miliar/ hari. Pengusaha bodoh mana yg mau sukarela matikan pemasukan mereka 🥱
Supir rantis yang menabrak dan melindas Affan Kurniawan itu Bripka Rohmat, Komandannya yang duduk di samping supir itu Kompol Cosmas Kaju Gae.
Tandain tampang pembunuh satu ini.
Walaupun rangkaian intimidasi ini mungkin akan terus dilakukan, Kami tidak takut, tidak akan diam dan akan terus melawan.
Kami akan berjuang sampai menang agar tak ada lagi massa aksi yang menjadi korban penyiksaan di kemudian hari. Brutalitas aparat harus dihentikan!
Selama ini Kami memang sudah mendapatkan berbagai intimidasi. Mulai dari dikuntit, tempat tinggal diawasi lalu dapat kiriman bangkai tikus.
Puncaknya, kemarin salah satu dari Kami menjadi korban penculikan & disekap di sebuah mobil. Korban kemudian disiksa sambil diinterogasi.