orang bilang, aku kecintaan. tapi menurutku, aku hanya tulus, memberi segenap apa yang aku punya. tentang cinta, kasih sayang, dan ketulusan, kalo aku ga punya itu semua atau bahkan kekurangan, mengais kesana kemari kehausan, gimana caranya aku memberi?
Jadi inget salah satu komen yang bilang “Marriage is a gamble for women, menang jadi ratu, kalah jadi babu”☹️☹️☹️☹️
semoga kita semua dijauhkan dari laki-laki mokondo dan gak peka
“Personal Boundaries” yg bikin kita lebih dihargai:
- orang gak cerita, jangan gali lebih jauh
- gak diajak, jangan maksa ikut
- saat gak di dengerin, tau kapan harus diam
- bukan bagian kita, jangan ikut campur
- gak diminta saran, jangan merasa harus memberi !!
Di umur sekarang, sebenarnya kita bukan lagi mencari seseorang yang cuma bisa kasih butterflies.
Kita mulai mencari seseorang yang bisa membuat nervous system kita tenang.
Seseorang yang komunikasinya jelas, niatnya tulus, konsisten dalam tindakan, dan kehadirannya nggak membuat kita terus-menerus bertanya:
"Sebenarnya aku ini dianggap apa?"
"Dia serius nggak?"
"Kenapa hari ini dekat, besok menghilang?"