@persebayaupdate Aparat ga fungsi kebanyakan, malah ndelok balbalan ketimbang kerjo. ngerti batasan berseragam diarea tertentu ga macak dadi patung nak tribun
Stevie Dunham di Serial GSH pun kalo udah punya anak sama keluarga yang harmonis lebih nyerahin Legacy ke adik nya Pete Dunham, Bukan berarti kehilangan loyalitas, tapi memberi ruang untuk generasi berikutnya.
Fenomena suporter di Indonesia sering kali terjebak dalam siklus regenerasi yang prematur. Baru menginjak usia 30-an, banyak yang sudah merasa paling "senior" lalu buru-buru pensiun dari tribun. Padahal, di belahan dunia lain, usia matang justru jadi fondasi utama tribun.
Selamat datang teman teman Tangerang @NorthLegion1953 dan seluruh Persita Fans di Surabaya
Kota penuh sejarah, rumah bagi loyalitas tanpa batas.
ENJOY SURABAYA 💚💜
KETIKA MENDUKUNG KEBANGAAN DIJADIKAN SEBUAH PEKERJAAN
Mendukung tim adalah Ikatan Janji Suci, bukan lembar kontrak. Ini adalah gairah yang tidak
pernah mencari untung, karena nilainya sudah tak terhingga. Ketika orang lain melihatnya
sebagai ladang uang,
@Dirty27_ Miris rasanya. Sebuah klub yang pernah dimatikan paksa oleh federasi dan bernapas kembali murni berkat perjuangan berdarah-darah suporternya, kini justru mengerdilkan peran mereka. Menganggap suporter tak lebih dari sekadar pelanggan adalah sebuah kebobrokan sejarah yang nyata.
Selalu iri dengan cara persis memperlakukan suproternya. Hal kecil yang akan membuat orang2 merasa didengar dan dilihat. Dianggap sebagai manusia. Gak cuma sekadar angka2 penunjang laporan dan proposal di hadapan kapitalisme sepakbola modern.
@writerfreax Percuma teriak-teriak target juara kalau fondasi klub rapuh karena ego masing-masing. Menjadi juara itu hanya validasi dari seberapa sehat dan solidnya sebuah klub. Prosesnya saja berantakan penuh drama,dan petinggi klub aja ngejar target ipo, kok ngarep validasi berupa piala?
Generasi tua sibuk mengutuk ego yang muda, tapi lupa bercermin pada kekolotannya sendiri. Mereka sengaja lepas tangan, diam-diam berharap kita gagal demi memuaskan ego bahwa 'zaman dulu lebih baik'. Padahal, generasi yang tersesat adalah bukti dari pendahulu yang gagal menuntun.