Angkringan buka 24 jam harus bayar pajak ke pemda 12 juta/bulan.
Rinciannya:
Omset jual belinya 4 juta/ hari.
4 juta x 30 hari = 120 juta.
Pajak 10 %.
10% dari 120 juta = 12 juta.
Kurang bangsat apa coba?
Lulus S3 dari Australia dan jadi dosen dengan gaji pokok hanya 2,6 juta rupiah.
Para menteri rangkap jabatan.
TNI dobel job.
Polisi juga dobel job.
Tenaga pendidik terpinggirkan.
Editornya jago parah 🤣🤌
Prabowo dirujak soft spoken sama Fatimah, Waketum BEM UI.
Langsung keliatan bedanya sama yang biasa ngamuk dan tantrum.
Yang tenang malah menang.
Keren Fatimah👍👍
Logikanya org nabung kan dapet bunga, ini malah dipotong pajak..
Makin edan dan sadis ini BPJS Tenaga Kerja. Memotong uang tabungan JHT (Jaminan Hari Tua) hampir 15jt dengan alasan pajak progresif.
Berdasarkan keterangan Dahlan Iskan, permasalahan blackout ini disebabkan oleh tindakan brutal para pengusaha batu bara yang saat ini fokus mengejar profit melalui ekspor batu bara.
Para pengusaha tersebut lebih memilih mengabaikan kewajibannya mencukupi kebutuhan dalam negeri yang telah diatur dalam DMO.
Dari total produksi batu bara nasional yang mencapai 500 juta ton, para pengusaha batu bara hanya diwajibkan mengisi kuota kebutuhan domestik sebanyak 30 juta ton, dan itu justru diabaikan.
Akibatnya stok batu bara PLN menipis dan tidak bisa lagi mencukupi kebutuhan untuk pembangkit listrik hingga ada kepastian dari pemasok.
Ada kemungkinan langkah brutal para pengusaha batu bara ini disebabkan oleh menguatnya nilai tukar dollar AS, sehingga mereka memanfaatkan momentum ini untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.
Sementara itu kementerian ESDM seharusnya bisa menekan para pengusaha batu bara untuk memprioritaskan pasokan bagi kebutuhan domestik, namun dapat diduga para pejabat ESDM ikut kongkalikong sehingga praktek kecurangan ini berjalan terus.
This 2 years old singer shocked everyone 🥹❤️
I was playing piano in los angeles when Leona asked me if I could play "let it go" from frozen💠🎹
As long as I started playing she noticed and microphone above her head and the rest was history ❤️❤️🥹🥹
Saya bukan pemberani, tapi melihat apa yg sdg terjadi di negeri ini, saya tdk bisa diam lagi.
Saya bukan hidup terjepit karena kebijakan pemerintah, tapi merasakan uang pajak dihamburkan membuat saya emosi.
Saya saat ini hidup nyaman tapi melihat seorang aktivis disiram air keras membuat kejadian ini sdh tdk bisa dibiarkan.
Saya mungkin bisa sembunyi dalam kesenangan, tapi beberapa kali penegak hukum membunuh tanpa alasan membuat diri ini geram.
Jika cari aman,selamat,nyaman saya akan ber haha hihi diam saja, tapi tunggu, hal tsb bisa menimpa kita semua.
Jika kezaliman kita biarkan saja maka azabnya kita pula yg merasakan.
Sudah saatnya kita berisik, berteriak kpd kezaliman. Karena yg berbuat lalim jika dibiarkan mereka merasa menang.
Pajak apa hingga Rp768 juta 🫣
Keduanya yang berprofesi sebagai pedagang ayam broiler tidak terima rekening bank mereka diblokir setelah muncul tagihan Pajak Penghasilan 2020 beserta denda
Tonton sampai habis, supaya tau seberapa besar perjuangan anak ini🥲
Setiap hari, Meisya membuat kreasi bunga dari kawat bulu (pipe cleaner).
Bukan sekedar iseng, tapi untuk menghidupi dirinya dan biaya berobat sang ibu yang menderita batu ginjal.
Meskipun kakinya tak sempurna lagi, tapi ia terus berjuang sekuat tenaga.
Pagi subuh sehabis #hujan semalam terekam CCTV warga, kejadian tabrak lari di Jembatan Bandulan, Malang, seorang ibu kritis.
Yuk sob gunakan jemarimu biar viral dan penabraknya segera ditangkap ‼️
Rabu, 28 Januari 2026, lahan garapan petani seluas 83 hektare di Desa Padang Halaban, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dieksekusi secara paksa.
Ratusan aparat bersenjata lengkap diterjunkan untuk mengawal kepentingan sebuah korporasi, sementara rumah dan tanaman warga diratakan alat berat.
Sejak pagi, ribuan warga datang menyaksikan apa yang mereka sebut sebagai “penggusuran legal”.
Belasan eskavator milik perusahaan bekerja tanpa jeda, merobohkan rumah kayu, kebun pangan, dan tanaman produktif milik kelompok tani KTPH-S.
Dalam hitungan jam, ruang hidup petani lenyap—tanpa kompensasi yang jelas, tanpa kepastian masa depan.
Aparat Negara vs Rakyatnya Sendiri
Eksekusi dikawal personel gabungan dari Polda Sumatera Utara, Polres, Polsek, Brimob, Polwan, hingga Satpol PP Pemerintah Kabupaten Labura.
Kekuatan negara dikerahkan secara masif, bukan untuk melindungi warga, melainkan memastikan proses penggusuran berjalan mulus.
Akibatnya, sedikitnya enam warga dilaporkan diamankan aparat.
Sejumlah lansia tumbang akibat trauma. Anak-anak menangis histeris menyaksikan rumah dan tempat bermain mereka hancur.
Ambulans mondar-mandir mengangkut korban pingsan.
Seorang nenek berlutut di hadapan Kapolres Labuhanbatu, memohon agar rumah dan tanaman tidak dihancurkan.
“Biarlah kami bongkar sendiri, supaya sisa bangunannya bisa kami pakai,” pintanya dengan suara gemetar. Permohonan itu tak menghentikan kerja alat berat.
Menang Tanpa Kepastian Hukum
Eksekusi ini dimenangkan oleh PT Smart. Namun kemenangan tersebut berdiri di atas dasar hukum yang dipertanyakan.
Sejumlah pihak menyebut Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan belum sepenuhnya jelas.
Ironisnya, di lokasi eksekusi terpampang spanduk bertuliskan:
“Tanah Ini Milik Negara Eks HGU PT Smart yang Dikuasai Rakyat sebagai Lokasi Reforma Agraria – Pansus DPR RI.”
Tulisan itu justru menegaskan konflik mendasar: jika lahan tersebut merupakan eks HGU dan masuk agenda reforma agraria, mengapa negara justru berdiri di belakang korporasi?
Ketika dimintai penjelasan, Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya menolak memberikan keterangan substansial.
Ini BOBROK, seorang peternak madu hutan disita hasil kerjanya dengan ancaman akan di penjara seumur hidup.
@DivHumas_Polri
No viral no justice, bantu yuk sebarkan.