if i didn’t make that mistake that night, would we still be together till now?
if i didn’t turn off my data when u texted me that night, would things have been different? would we still be us?
smtimes i wonder, how different would our story be if i’d just made one thing right.
habis bersih, dia langsung ambil minyak urut terus ngurutin lutut gue. padahal it was literally just a little bump, but the way he cared for me like that, huhuhuhuhu. why do i still get soft over these little things.
lagi sakit malah keinget this one day pas gue demam. gue udah setengah tidur, ketutup jaket sama selimut, terus dia dateng, nyamperin ke kasur, pegang jidat gue buat ngecek panas, terus ke dapur. gue kira mau bikin kopi, ternyata bikinin air hangat.
pernah juga gue abis beli risol, jalanan lagi becek banget, and yep, gue jatuh. risolnya aman, don’t worry, cuma lutut gue agak kebentur dan kotor. pas gue datang, dia langsung ngeh, panik, buru-buru ambil tissue buat bersihin lutut gue.
bro really just vc’d me outta nowhere cm buat pamer ice cream sambil pasang ekspresi nyebelin itu, like? why r u like this? it’s literally daytime, the weather’s perf, n ya i get it, ice cream sounds good, BUT WHY DO U HAVE TO CALL ME JUST TO SHOW ME UR CUTE FACE WHILE EATING IT
waktu kita pergi belanja ke pasar, jujur gue cuma bisa diem ngikutin dia dari belakang.
dia yang bikin list bahan-bahan yang harus gue stock, dia juga yang nawarin harga di pasar. sementara gue? cuma berdiri di belakangnya, ga berani sekadar bilang, “bang, ayamnya sekilo.”
trs lanjut jalan lagi.
pas akhirnya dapet, tahunya dingin.
yaudahlah..
karena ternyata bukan tahunya yang bikin malam itu memorable. tapi perjalanan nyarinya, muter-muter ga jelas, nyasar, ngobrol di motor berdua, jalanan malam, and somehow, everything just felt so good.
pernah satu malam, dia ngidam tahu bgt. TAHU. bayangin, TAHU SUMEDANG lebih tepatnya.
akhirnya kita mlm2 menyusuri pelosok serpong cuma demi mencari tahu. modal maps, beberapa titik lokasi bahkan ga jelas sama sekali. literally cuma bermodalkan “kayaknya di sini deh”
selain ily and imy, sometimes cara kita ngobrol malah sesimpel “nih liat, gue lagi makan ice cream” so annoying, so unserious, so cute, n unfortunately, i’m sitting here smiling at my screen like an idiot 😭