Ribuan guru dari berbagai organisasi seperti PGSI, PGMM, dan FGSNI menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, sejak pagi hingga siang hari. Mereka menuntut reformasi tata kelola guru, peningkatan kesejahteraan, serta penghapusan ketimpangan antara guru negeri dan swasta.
Polri menurunkan lebih dari 14 ribu personel gabungan untuk pengamanan, termasuk 12.263 anggota Polri, 500 TNI, serta ratusan personel Pemda dan Pamdal DPR/MPR RI. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional di Jalan Gatot Subroto dan sekitarnya untuk mengantisipasi kemacetan.
Sampai siang, aksi berlangsung tertib dengan orasi bergantian di depan kompleks DPR. Massa menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi hingga ada komitmen nyata dari pemerintah dan DPR terkait nasib guru di Indonesia.
Sumber: Kompascom, Detikcom, Antara News
Sejelek-jeleknya capres 1 dan 3 waktu kemarin, kayaknya nggak mungkin deh sampai ada pidato yang bawa-bawa orang desa nggak pakai dolar,
atau ngomongin tangan petani kasar sampai habis salaman mesti pakai minyak.
Serius, itu statement bikin sakit hati banget didengernya.
Sejumlah guru honorer madrasah dari berbagai daerah demo di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (20/5/2026) pukul 13.00 WIB. Terjadi kemacetan yang cukup panjang sehingga terdapat pengalihan rute TJ pada koridor Koridor 9, Rute 1W, 3F, 9A, 10H, T31, S61 dan SH2.
Gaji guru naik hampir 300%....eh cuma 3 detik kok...
di saat rupiah anjlok 1 USD: 17.720, prabowo tetap pertahankan program MBG. sedangkan habibie memilih mengubur mimpinya untuk pesawat N250, demi stabilitas ekonomi indonesia.
"saya mengalah untuk menang, yang menang itu siapa? rakyat" (Habibie)
sederhana tapi prabowo ga bisa