Giliran MBG, perbandingannya Finlandia dan Swedia. Tapi kalau kesejahteraan guru, fasilitas sekolah, kurikulum, disuruh bersyukur dan gak dibandingkan dg Finlandia dan Swedia.
Wajar banget buat curiga gerakan ini terencana secara nasional.
Bisa lihat juga siapa aja yang support di publikasinya :))
Lagian demo gini tuntutannya ke siapa sih??
Salah satu muara persoalan gaji dosen kecil di Indonesia adalah: memisahkan "gaji pokok" dan "tunjangan". Gaji pokok dibikin kecil (2,6 juta?) lalu ada pekerjaan2 tambahan dengan "tunjangan" sehingga gajinya terlihat besar.
Kita tidak sadar kalau praktik ini adalah eksploitasi.
This is why travelling IS political and I wish more people would realize it. Wdym an outsider cuma perlu 2/3 minggu untuk menjelajahi setengah negara ini, meanwhile we as a local who was born and raised here, probably won't even have that chance.
Ya pantes aja kebijakan mengenai UMR itu jatuhnya yg menikmati buruh dan korporasi. Lah yang ngerti hukum aja ada dosen yg ngeluh gaji pokok di bawah UMR aja tanggepannya begini.
Toxic banget emang. Budaya gaji pokok dibikin rendah yg penting THP lewat UMR ini praktek culas yang mestinya skrg ga diterusin.
Lengkap sekali. Saya tambahkan konteks zaman:
1. Di Malaysia, Chromebook gagal,
2. Era menteri sebelumnya, pak Muhadjir, menolak Chromebook. Kenapa menolak? Soalnya ketika diuji coba, gagal. Sesederhana itu.
3. Kajian teknis pertama yang dilakukan tim teknis, hasilnya tidak merekomendasikan Chromebook. Sinyal internet di sekolah masih di bawah 50%, user/ penggunanya di sekolah hampir tidak ada. Pengadaannya membengkal, tidak hanya laptop, tapi semua perangkat daya dukung kabel dll.
Saat ini, kebanyakan orang percaya Chromebook itu baik untuk pendidikan. Agaknya kalian perlu menonton Youtube tahun 2020/2021 saat kebijakan itu dibuat, ada beberapa reviewer laptop yang menghujat Chromebook. Karena sangat tidak efektif jika digunakan untuk belajar.
Disclaimer, saat itu, 2020-2021, isunya Chromebook akan dipakai oleh siswa. Ternyata saat ini, disebut Chromebook berguna bagi guru. Padahal tahun 2021, Chromebook disebut digunakan khusus untuk Asesmen Nasional.
Artinya, tidak jelas target Chromebook: targetnya siswa, kebutuhan guru, atau kebutuhan penyelenggaraan nasional? Saat disebut kurang efektif bagi siswa, disebut berguna bagi guru. Ketika dianggap tidak sesuai kebutuhan guru, maka disebut ini untuk Asesmen Nasional. Apapun alasan, digunakan untuk membuat Chromebook ini bermanfaat.
Saya tidak punya analisis canggih untuk melihat ini. Hanya perlu melihat kronologinya saja. Semua yang saya sampaikan, ada jejak digital dan beritanya.
Gentle reminder: not every protest needs an immediate executive summary
People protest because the proper channels already failed them.
Maybe it’s time to stop explaining and start being impossible to ignore alias udah lah ga usah lewat jalur intelektual, presiden kalian itu BEBAL.
Kalo Prabowo benar2 anti asing, sebutkan dan jelaskan saja: siapa asing yg dimaksud?
Sukarno jelas banget antiasing, dan jelas pula opponent yg ia incar, dia sebutkan dg jelas siapa saja.
Tanpa itu, Prabowo bukan antiasing, dia hanya sedang menciptakan hantu.
Banyak yang gak percaya bu 😅😅😅.
Mungkin perlu di ulang, buat yang lupa: Demi Chromebook, sekolah dikondisikan ada sinyalnya. Dulu tuh viral, "laptop 10 juta, spek 4 jutaan" ternyata, 10 juta itu bukan cuma laptop, tapi wifi router, dan semua pendukungnya.
Demi apa? Demo Chromebook supaya bisa dipake. Gimana caranya supaya Chromebook terlihat bermanfaat? ya bikin kebijakan yang mewajibkan akses internet, namanya ANBK.
Munculah berita, Chromebook berguna untuk ANBK.
Lagi pandemik? bodo amat, di gas terus.
Inget selama lo masih karyawan you’ve no right to call anyone miskin. Just because you can afford the lifestyle that most people can only dream about it doesn’t mean ur better. Remember where you came from if god can give you an abundance of blessings He can take it back
Saya ulangi lagi. Pengadaan perangkat TIK untuk sekolah, seharusnya, dikaji sendiri oleh sekolah dan sekolah belanja sesuai kebutuhannya. Kemendikdasmen bisa saja memberi rekomendasi dan panduan, tapi tidak perlu bicara OS.
Kampanye Nadiem Makarim selama menjabat adalah "MERDEKA BELAJAR", di mana sekolah seharusnya mengarahkan pembelajaran SESUAI KEBUTUHAN DAN BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK.
Seperti biasanya saja, pemerintah cukup mendanai dan menerbitkan panduan. Biar sekolah menyesuaikan belanjanya dengan kebutuhan masing-masing.