โ
Karena aku masih mempunyai memori mengenai ๐๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ฏ๐ฅ yang sesungguhnya. Dan aku membawa memori itu ke tempat peristirahatan terakhirku.
Namun, mengapa saat aku membuka mata, aku kembali ke dalam seragam yang menyebalkan ini?
โโ
โ
Dalam upaya mengundurkan kehancuran ๐๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ฏ๐ฅ, aku menjadi prajurit yang bertarung. Namun, di peperangan itu, aku kehilangan nyawaku.
Aku bertemu dengan kegelapan, namun aku tidak mempunyai penyesalan.
โโ
โ
Aku menyukai dirinya yang berharap bahwa kita semua mempunyai ๐ฉ๐ข๐ฑ๐ฑ๐บ ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ tersendiri.
Namun, suatu hari, semua itu hancur.
Malapetaka merebut kebahagiaan dan keajaiban yang menjadi ciri khas dari dunia yang kami cintai.
โโ
โ
Aku menyukainya.
Dia menarik.
Dan sosok dia yang suka berpetualang sangat berkontras dengan diriku yang suka kedamaian yang didapati dengan membuka toko.
Aku menyukai senyumannya.
Aku menyukai dirinya yang selalu bersemangat saat menceritakan kembali pertualangannya.
โโ
โ
โdia selalu bercerita akan pertemuannya dengan para penghuni lain.
Dia bercerita tentang pertemuannya dengan seorang dengan tudung merah, seorang putri duyung, sepasang kakak-adik yang suka bermain, dan sepasang suami istri yang selalu penuh akan cerita yang menarik.
โ
โ
Tentu saja, aku merasa bahwa dia adalah seorang yang eksentrik. Jadi, barang-barang ia cari juga tidak wajar.
Namun aku adalah seorang pengusaha yang tidak puas dengan โkewajaranโ jadi apa yang ia ingin, aku mempunyainya. Setiap kali ia mengunjungi tokokuโ
โโโ
โ
๐๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ฏ๐ฅ.
Aku ingat tempat itu.
Sebuah dunia yang penuh akan keajaiban, sangat berbeda dengan dunia yang biasanya ia pandangi lewat dokumentasi yang dia temukan di toko miliknya.
Dari bentangan laut yang luas nan indahโ
โโ
โ
โhutan yang penuh akan misteri dan kedamaian, ke kota tenang yang kucintai.
Dan aku juga mencintainya. Seorang perempuan berpikiran simpel. Dia selalu merancang rambutnya dalam bentuk kunciran dua. Setiap kali dia menghampiri tokoku, sebuah senyuman selalu ada di wajahnya.
โ