Ustadz Khalid Basalamah dalam kajiannya mengatakan :
Kebahagiaan orang lain tidak akan merugikanmu, kekayaan mereka juga tidak akan mengurangi jatah rezekimu.
Hiduplah dengan hati yang bersih, agar ketika melihat nikmat orang lain, hatimu tidak sakit.
Kena scam juga dari Threads 🥲 awalnya ngajak kenalan tapi pas dicek lebih mendalam ternyata ada indikasi nipu. Sekarang susah ya kalau mau cari pasangan lewat sosmed 😭
Laki-laki itu lebih enggak bisa hidup sendiri, lebih tergantung sama perempuan, daripada perempuan.
Perempuan lebih bisa hidup sendiri, lebih bisa nggak tergantung sama laki-laki.
Salah satu penelitiannya, Dykstra & Fokkema (2007, European Journal of Ageing) tentang abis putus, perceraian atau kehilangan pasangan, tingkat kesepian laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan.
Perempuan lebih cepat membangun ulang support system. Cenderung punya relasi emosional yang lebih banyak dan lebih dalam (teman, keluarga).
@tirta_cipeng Dokter tirta, izin reply. Aku reply krn udah di langkah putus asa bgt. Aku gabisa dm. Dok, aku ngalamin kekerasan seksual yang dilakukan oleh tokoh sastrawan dan musisi Solo. Aku udh lapor uptd ppa malah disuruh bertaubat karena sudah zina. Tolong ini gimana udh pengen mati dok.
sawang sinawang,
- saya kenal yg suka liburan ke luar negeri ternyata pake paylater dan berakhir keliling pinjol 100 juta dan pusing
- saya kenal orang yg kaya di usia muda tapi kerja kerasnya minimal tidur jam 2 pagi aja paling cepet gila bgt
- ada jg orang yg jalan2 keluar negeri sambil cari cuan jualan, kadang itu yg enggak kita lihat, ternyata dia jago manfaatin peluang gak cm spending uang aja
- ada orang yg lembur terus kerjanya demi buat liburan
- ada yg memang gajinya gede aja, tp sampai ke titik gaji sebesar itu kita tidak tau kan pengorbanannya?
kalau memang hati kita blm siap mending jangan sering2 main ig 😅
itu yg saya lakukan dulu pas kelilit hutang milyaran, off ig dulu karna kena mental wkwk.
ketika keadaan sudah membaik, hati sudah siap, baru deh main ig, karna memang platformnya mendorong orang buat share happiness 😂
Ada empat hal pengeluaran yang ngga perlu terlalu pelit:
1. Kesehatan (beli vitamin, member gym, dumbbell buat workout di kamar, makanan sehat)
2. Pendidikan (beli course online, bayar coach, biaya S2, les berenang atau nyetir)
3. Networking (ketemu orang professional, liburan keluarga, ikut acara komunitas)
4. Efisiensi Waktu (Beli laptop yang lebih mumpuni dari sekarang untuk kerja dan belajar, naik gojek daripada tj pada beberapa kasus, bayar AI biar bisa kerjain tugas repetitif)
Secara teori, dana MBG bukan uang baru, melainkan hasil re-alokasi belanja rumah tangga. Daya beli yang sebelumnya beredar di ekonomi mikro dipindahkan ke skema terpusat. Uangnya memang tidak hilang, tetapi pola sirkulasinya berubah.
Mengapa demikian?
Di Indonesia terdapat sekitar 149 ribu sekolah dasar. Artinya, ada 149 ribu simpul ekonomi lokal yang berputar setiap hari. Di sekitarnya hidup ibu kantin, pedagang kecil, pemasok bahan, hingga pekerja informal yang bergantung pada belanja harian siswa dan guru.
Ketika MBG diberlakukan, arus belanja ini dialihkan dan ripple effect pun mulai terasa.
Omzet pedagang sekolah menurun, permintaan ke pemasok lokal melemah, dan arus kas harian semakin tertekan.
Daya beli keluarga ikut tergerus, ketergantungan pada utang harian meningkat, dan pada titik tertentu muncul kelompok rentan baru dari pelaku ekonomi informal yang sebelumnya masih bisa bertahan dari perputaran harian.
Begitupun dengan ekspor saya ke Mesir yang gagal karena “ditikung” Vietnam 🇻🇳 untuk karet RSS1. Disaat rantai pasok Indonesia 🇮🇩 kasih harga $2090/ton (FOB) belum sama ongkir. Vietnam 🇻🇳 beri harga $2070 (CIF) plus ongkir dan insurance. Kok bisa? 🤯
Usut punya usut ternyata mereka mendapatkan berbagai macam insentif dari pemerintah. Dengan tarif ekspor menyentuh 0%, dapat lagi diskon insentif 10% selama 15 tahun, 4 tahun bebas pajak diikuti 9 tahun diskon 50% pajak.
Dari segi pendanaan pun mereka menang, Bank Vietnam 🇻🇳 berani “nalangin” dulu untuk bayar ke petani. Ketika buyer pelunasan, langsung ada sistem bagi hasil sesuai kesepakatan.
Mereka benar-benar terintegrasi dengan baik antara Pemerintah dan Bank dalam mendorong ekspor mereka. Gimana kita mau menang kalau sistem mereka sudah begitu?
Compare dengan bangsa kita? Masih banyak mafia komoditasnya. Barang ditimbun, kadang dibuat langka, kadang dibuat banjir, harga dimainkan, teknologi pertanian perkebunan yang tidak berkembang, masih tergantung dengan musim/cuaca. Banyak.
cuma perkara tumbler 300ribu bikin heboh seindonesia, bikin orang dipecat, tempat kerja dia juga sekarang direcokin sama netizen😭
makanya kalo lg marah kesel segala macem, jangan buka sosmed. pendem aja. masalah itu bukan makalah yang harus dipresentasikan di depan orang banyak