Teruntuk Jak mania, kita memang kadang berantem selayaknya rival. Tapi kalo ada media fasis apalagi bawa Jakarta, gue dukung kalian Jak buat hantam ini fasis yg melanggengkan budaya kekerasan. Pilihan klub bola boleh beda, tapi musuh kita sama, fasis jelek.
muslim itu di akhirat pengennya ketemu Tuhan, ketemu nabi, kumpul keluarga, kumpul teman teman,
bisa ada bidadari cantik ya itu dianggap cuma bonus, dan muslim paham maksud ayat ttg adanya bidadari cantik itu
tapi sama kafir islamophobik di selwengkan maknanya, hikmahnya
😂
Dulu, agar bisa memahami quran aja perjalanannya jauh banget. Harus dari Nahwu, Sharaf, Ushul, Ulumul Quran, Alfiyah, Balaghah, sampe Mantiq. Belum kombinasi riwayah hadits.
Tbtb @ciaochela dateng dengan pdf nya bilang "ga perlu hadits, quran aja langsung"
@rosesaidred@INtomyhar@kusuma26974@kentutisme balik ke konteks awal, intinya tubuh perempuan indah sampe jadi gambaran surga.
dan asal kalian tau, sebagai cowo normal pas pertama kali tau ayat itu (yang memuji keindahan perempuan) dulu, ga ada tuh pikiran kami sampe traveling, soalnya-
Ada deal yang mendadak cancel karena postingan akun ini soal UNP yang menolak LGBT, tidak brand safe katanya. Mereka minta kami takedown postingan jika mau lanjut kerjasama.
Saya sangat menghormati dan memahami kebijakan tersebut.
Tapi saya gak akan hapus setiap postingan saya terkait TOLAK LGBT.
Karena, saya sangat yakin dan sangat percaya bahwa nominal yang brand janjikan nilainya sangat tidak sebanding dengan yang tuhan saya sudah janjikan.
@INtomyhar@kusuma26974@kentutisme trus apa ruginya buat lu? bukannya body goals itu idaman para cewe? di dunia aja kalo ada cewe body bagus cewe sendiri yang suka puja puji. heran aing ribet banget lu semua
Untuk Brand Miras Newport, kalian sudah kelewatan, membuat promosi hafal ayat Al-Qur'an ditukar sama Miras. Segera klarifikasi dan minta maaf. Ini sudah masuk ranah penistaan agama!
Tapi 100.000 lebih guru, jadi PPPK Paruh waktu, dengan jaminan status tidak jelas, kesejahteraan yang tidak tentu, padahal mereka ASN. Itu hanya terjadi di zaman MBG.
Fyi, Anak tidak sekolah (ATS) kita jumlahnya 4 juta. Putus sekolah 217 ribu, anak SMP tidak meneruskan 337 ribu, 575 ribu anak belum pernah sekolah, rentang 16-18 tahun yang tidak sekolah total 1,1 jutaan.
43 ribu itu hanya sekitar 1% dari anak tidak sekolah di Indonesia.
Saya merindukan masa-masa tahun 1950-an. Saat di mana para tokoh bangsa dengan beragam perbedaan ideologi, ide serta gagasannya bisa berdebat dan bersitegang dengan muka merah dalam ruangan. Namun, di saat keluar ruangan, mereka bisa duduk dan sama-sama minum kopi.
Artinya, hubungan pribadi tetap baik dan tidak ada rasa permusuhan walau bahkan tak ada titik temunya (misal Islam yg pada saat itu diwakili oleh Partai Masyumi dan komunis yg diwakili oleh PKI).
Tak jarang M. Natsir membonceng D.N. Aidit dengan sepeda motornya untuk sama-sama pulang, karena rumah mereka searah.
Ya. Para tokoh bangsa kita, khususnya tokoh-tokoh Islam yg bergerak dalam bidang politik telah memberikan teladan begitu luar biasa bagi keberlangsungan dan kemajuan negara yg kita cintai bersama.
Oleh karenanya, saya mengajak kita semua untuk berdebat tentang ide dan gagasan saja dan di ruang-ruang tertentu saja. Jangan di ruang publik. Jika pun harus meninggikan suara dengan muka memerah, silakan saja. Namun setelahnya, di ruang publik, mari kita duduk dan bergandeng tangan bersama.
Ada saja agitator yg mungkin akan selalu memperkeruh suasana. Jangan terbawa. Abaikan saja. Jika mereka diabaikan, agitasi dan provokasi mereka akan mentah dan percuma. Ideologi mereka hanya uang dan kekuasaan. Kita runtuhkan dulu bersama-sama mereka. Jamgan dulu cakar-cakaran antar sesama kita.
Tabik.