bagaimana berkomitmen dengan jiwa yg kadang suka merenungi kehidupan ini, kadang tidak ideal apa yg sudah kita rencana kan, tapi semua itu harus kita syukuri❤️
Ternyata saya bisa buktikan di praktik, saya tidak terbawa arus dengan orang yg suka merendahkan orang lain. Saya bisa menghindar dan bisa produktif sendiri💕💕💕 Keren. Sedikit di kucilkan karena tidak mau mengikuti arus, tapi gpp bisa banget sendirian.❤️
Fokus kepada hal hal penting💕
Abaikan orang2 gak penting yg merusak perkembangan kita sebagai manusia❤️
Selalu optimis lakukan yg terbaik. Pasti bisa, kemarin sempat terhenti karena tatapan dan ada sedikit bullying, tidak terbawa arus sangat hebat, punya idealisme.
Ya Allah semoga pekerjaan yg berat ini bisa membuat ladang pahala bagi saya.💕 mental di down kan teman, di permalukan depan orang banyak. Selagi kegiatan itu bernilai positif akan saya laksanakan.
Mengalami bulan yg stuck.
Dr ramadhan sampai lebaran, kerja sangat all out, tiba2 langsung stuck otaknya.
Kecapakean berlebih membuat tidak produktif dan burnout otak. Minggu ini baru bisa bernafas dan lebih bisa memahami ritme kerja kembali
Benar2 tidak konsen jualan
Apakah memang puasa tahun 2026 itu sepi sekali ya. Rasanya seperti sepiii bngetssssss. Perdagangan dll. Semangat pokoknya. Semoga ten yg 1 hari 10 juta amin amin
Apa sebenarnya yang membuatnya dihujat begitu luas?
Previle pejabat, ngaku orang susah
Jika hanya soal perpindahan kewarganegaraan, sebagian publik merasa reaksinya tidak akan sebesar ini. Sorotan kemudian melebar, setelah muncul fakta bahwa ia disebut pernah menjadi penerima beasiswa LPDP—program yang dananya bersumber dari pajak rakyat—yang turut berperan dalam membawanya ke titik saat ini.
Ia juga diketahui menikah dengan Arya P. Iwantoro. Mertuanya, Syukur Iwantoro, tercatat pernah menjabat sebagai Sekjen Kementerian Pertanian dan Dirjen Peternakan. Dengan latar belakang keluarga tersebut, suaminya malahmeraih LPDP dan mangkir dari kewajiban.
Berbagai fragmen itulah yang kemudian membuat kemarahan publik semakin bulat. Sebagian mempertanyakan bukan hanya soal pilihan pribadi, tetapi juga soal komitmen, tanggung jawab, dan kaitannya dengan fasilitas negara yang pernah diterima.