I think my worst attitude is the fact that I still can’t accept the imperfections of human being who’s eating with their mouth open or eating with sound..
Untuk tweet yang berkaitan dengan fakta, gw tak jarang minta Grok untuk fact-check tweet gw. Gw mintain referensi faktualnya. Gw lakukan setelah ngepost.
Sejauh ini, bisa dibilang apa yang gw sampaikan masih faktual dan bisa dipertanggungjawabkan. Ada kalanya "fakta" yang gw sampaikan itu tidak akurat 100%. Contohnya tweet soal jumlah agama di dunia ini. Gw menyebutkan "lebih dari 4.000 agama," sementara fakta aktualnya "dari 4.000 - 10.000." Gw tidak sepenuhnya salah, namun cuma benar sampai titik tertentu.
Apa untungnya buat gw dengan fact-check ini? Untuk mengurangi misinformasi, mencegah misleading, dan tidak menjadi menyesatkan. Jika faktanya salah, maka tweetnya akan gw hapus dan ganti baru. Kalau masih sempat edit tweet, ya gw edit.
Tidak ada salahnya mengakui bahwa gw pasti akan pernah salah. Tidak ada salahnya mengakui bahwa nanti gw akan salah.
Gw doyan asbun dan ngoceh di Twitter, tapi tidak menggugurkan kewajiban (yang gw tetapkan dan terapkan ke diri sendiri) gw untuk tidak menjadi misleading.
Nah kalau untuk opini, misalnya terkait pernikahan, karena ada tidak ada timbangan benar salahnya, yang gw lakukan adalah meminta Grok untuk menganalisa opini gw. Gw butuh tahu tendensi opini gw itu ke arah mana. Gw butuh tau apakah opini gw itu bisa didukung dengan riset ilmiah.
Analisa yang dilakukan Grok ini bisa gw pakai sebagai bahan pembelajaran baru. Karena gw sering minta Grok untuk menampilkan referensi atas opini yang gw buat, gw jadi punya bacaan tambahan untuk memperkaya isi kepala gw.
Apakah tidak takut dengan echo chamber? Tidak. Karena ketika ngobrol dengan Grok, gw juga minta dia memberikan referensi yang menentang opini gw.
"Hallah. Mau ngetwit aja ribet lo, Han." Karena udah ngetwit 16 tahun lebih, gw bisa bilang, buat gw pribadi, iya emang seribet itu. I've seen a lot of shit along the way and I need to be prepared. Isi kepala gw itu peluru untuk berjaga-jaga.
@bckupacc99 Tambahan untuk suami, kalau dah tak sayang istri, Jangan Selingkuh. Dan lagi2 untuk penyondol dekat office tower 6, Avenue 5, Bangsar South. Jangan gatal nak ambil suami orang dan jadi punca org cerai berai, woman tak support woman langsung 🔥
@_zahwareza Yessss, especially wanita penyondol dekat area Bangsar south, guna tudung, gerammmm betul tengok muka dia, macam dah jadi isteri sah jerrrr, tapi kawan aku tak nak viralkan dia, so ini lah tempat nak luapkan bad mood 🥹
@goodlucksofea Ada cerita org lain punya, kena dengan penyondol, tapi istri sah tak nak viralkan penyondol, lepas tu dengar2 tak dapat 1 sen pun daripada perceraian tu
Ada yang lagi rame:
DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark??
Masih menunggu kesimpulannya.
Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.
Buat yang commuting naik transum/ ataupun harus jalan dipinggiran jalan pls untuk lebih hati - hati ya :
- usahakan pakai tas gemblok (hindarin pakai slingbag kalaupun pake tolong dipakai crossbody dan posisi tas jangan menghadap ke jalan)
- jangan menunjukan barang yg mencolok di jalan terutama di jam 8 keatas
- pakai bag organizer & pouch untuk double protection kalau amit amit tas dirobek pas pepes dikrl/tj dia gabisa nembus