- negosiasi load kerja (terutama yang sering lembur atau ngerjain bukan job desc kamu), akhirnya didengerin dan dikabulkan atasanmu so you can have proper rest!
- having a co-worker crush and it seems they have the same feelings for you👀
itulah kenapa sosialisasi KS dan seks bebas selalu diawali dengan consent consent CONSENTTTTT. karena tubuh itu milik individu. berlaku kepada tubuh itu perlu izin.
perempuan juga bisa merasa risih liat laki2 pakai celana pendek di bawah pusar di atas lutut (aurat). tapi apakah kemudian diseksualisasi? nggak. karena perempuan gak pernah merasa kalo kita punya kuasa atas tubuh tersebut.
Kalo dipikirkan logis ya
Apabila chat mesum di ranah privat bisa disebut pelecehan, artinya pamerin foto dengan pakaian terbuka dan pamerin tete juga bisa kita anggap pelecehan sexual juga???
Kan melakukan hal mesum itu menurut saya
laki2 ngeliat perempuan dengan baju yang punya belahan dada rendah. komennya apa? "enak nih dipake" langsung merasa punya kuasa atas tubuh tersebut. gak berpakaian seperti itu pun juga bisa digituin. laki2 sering menganggap mereka punya kuasa atas tubuh orang lain.
kalo untuk konteks menghina pemerintah kurang mengerti. but power tends to corrupt 😊 kritik ada untuk menyeimbangkan kekuasaan yang bersifat merusak. mungkin itu fungsinya demokrasi. makanya kita dilindungi undang2 dalam berpendapat untuk hal tsb.
grup chat yang berisi KS verbal ini jadi bermasalah karena isi pikiran yang disebarkan di dalamnya bisa memengaruhi satu sama lain... menurutku ini persamaannya adalah grup radikalisme yang saling bertukar pikiran untuk menormalisasi kemudian melaksanakan kejahatan
Serius bertanya
Di luar dari topik KS, grup chat itu status legalnya gimana ya?
Kalau ada grup chat isinya ngeshare video reels dark jokes dan isinya ada jokes internal yang sangat persekusi-able di masyarakat (misal jokes agama), apakah bisa dituntut?
karena agama itu berdiri secara setara dengan pedomannya masing2. beda dengan gender, ada isu yang lebih fundamental. yaitu budaya dimana perempuan dianggap secondary gender dalam budaya patriarki. (ujung2nya kesini2 juga)