Yahh iyah dong publik figur mungkin punya tabungan miliaran, tapi ekosistem kekayaan mereka bergantung 100% sama daya beli kelas menengah loh.
Kalau Rupiah anjlok, gelombang PHK terjadi, dan aturan pajak makin mencekik, audiens mereka kelimpungan dan nggak punya sisa uang buat konsumsi gaya hidup.
Efeknya? Barang endorsement nggak laku, engagement turun karena orang lebih mikirin perut ketimbang scrolling hiburan, dan brand bakal potong budget marketing gede-gedean.
Yahh wajar aja pas figur publik teriak ngeritik kebijakan ekonomi, gak semata-mata cuma soal simpati ke rakyat.
Lebih dari itu, ini ibarat kata alarm kebakaran nya buat nyelamatin ekosistem periuk nasi agensi dan bisnis mereka sendiri.
@yappingfess nder, lu kan ikut bayar pajak entah uang yang lu bayar itu darimana. selama ktp lu indonesia, lu selalu punya hak buat bersuara.
pemerintah itu kerja buat kita. ingat. mereka bawahan kita. kalau kerjanya gk bener ya wajib dikritik
hari ini lu masih bisa makan enak, masih bisa tidur nyenyak. besok bisa jadi temen lu, keluarga lu, bahkan lu sendiri ga bisa hidup tenang karna pemerintahan yg makin chaos.
jadi jgn pernah blg demo itu nyusahin. sadari sekitar lu sebelum kena ke lu. lawan sebelum terlambat.
YOUR WHOLE LIFE IS POLITICAL.
Politics is not only about governments, laws, or people in power. It’s about what you’ll eat tomorrow, whether you can find a decent job with a decent salary, and what kind of life you can afford to live in your own country.
Politics is woven into nearly every part of your daily life. You can’t escape it.
Make your voice heard.
You pay taxes. You deserve BETTER than a country where the people are struggling and the president chooses to mock them instead.
Kawal terus #SampaiMenang💪🏻
Guys, Ahok pernah ngomong blak-blakan ada satu hal yang harus kalian tahu dan menurut gue paling tidak pernah disampaikan secara jujur kepada rakyat Indonesia.
Harga BBM di Indonesia seharusnya bisa jauh lebih murah dari sekarang.
Bisa dirasakan semua kalangan.
Dari tukang ojek sampai ibu rumah tangga.
Dari pedagang kaki lima sampai sopir truk.
Bukan mimpi.
Bukan utopia.
Ini seharusnya sudah terjadi dari dulu.
Tapi tidak terjadi.
Dan alasannya sangat sederhana dan sangat menyakitkan untuk diakui:
Karena terlalu banyak uang yang bisa masuk ke kantong pejabat dari sistem yang sekarang.
Ini hitungannya yang tidak pernah diajarkan di sekolah manapun:
Indonesia punya sumber daya minyak sendiri.
Punya kilang sendiri.
Seharusnya bisa produksi sendiri untuk kebutuhan dalam negeri.
Tapi kenyataannya Indonesia impor 800.000 barel minyak per hari.
Dan di setiap barel yang diimpor itu ada komisi yang beredar antara 2 sampai 4 dolar per barel yang masuk ke kantong jaringan mafia impor yang sudah puluhan tahun menguasai sistem ini.
Kalikan saja.
800.000 barel per hari.
Komisi 2 dolar per barel saja.
Hasilnya 1,6 juta dolar per hari.
Setiap hari.
Tujuh hari seminggu.
Dua belas bulan setahun.
Itu sekitar Rp9 triliun per tahun yang bocor ke jaringan yang sama yang seharusnya bisa digunakan untuk mensubsidi BBM supaya lebih murah untuk semua rakyat Indonesia.
Dan ini yang paling menyakitkan siapa yang menanggung semua itu:
Tukang ojek yang isi bensin setiap pagi untuk cari nafkah.
Ibu rumah tangga yang beli gas 3 kg untuk masak.
Petani yang bayar ongkos kirim hasil pertanian yang naik karena solar mahal.
Nelayan yang tidak bisa melaut karena BBM terlalu mahal untuk kapalnya.
Mereka semua menanggung harga BBM yang seharusnya tidak perlu semahal ini supaya jaringan di atas bisa terus makan komisi dari setiap barel yang diimpor.
Dan ini yang membuat gue paling marah:
Kalau e-katalog LKPP diterapkan untuk pengadaan BBM harga ditetapkan terbuka, siapa pun di dunia bisa tawar, yang paling murah menang tidak ada lagi celah untuk komisi tersembunyi.
Kalau kilang dalam negeri dimodernisasi dan dioptimalkan seperti yang Ahok sudah buktikan bisa dilakukan ketergantungan impor turun drastis.
Biaya produksi turun.
Harga BBM untuk rakyat bisa ikut turun.
Kalau pembuktian terbalik diberlakukan pejabat yang tidak bisa jelaskan kekayaannya dari pajak yang dibayar langsung disita tidak ada lagi yang berani terima komisi.
Tapi semua itu tidak dilakukan.
Bukan karena tidak bisa.
Bukan karena tidak tahu caranya.
Tapi karena terlalu banyak pihak yang kehilangan penghasilan kalau sistem ini dibersihkan.
Dan ini yang paling ironis dari seluruh cerita ini:
Pemerintah bangga bilang sudah kasih subsidi BBM untuk rakyat.
Angkanya ratusan triliun per tahun.
Tapi subsidi itu sebagian besar tidak pernah sampai ke rakyat yang paling membutuhkan.
Bocor di jalan.
Salah sasaran.
Dan yang paling parah harga BBM tetap mahal karena biaya impor yang menggelembung akibat komisi yang dimainkan di sepanjang rantai pengadaannya.
Artinya: negara bayar subsidi ratusan triliun.
Rakyat tetap keluhkan harga BBM mahal.
Dan di tengah itu semua jaringan mafia impor tetap makan miliaran dolar setiap tahun.
Uang rakyat untuk subsidi.
Keuntungan untuk mafia.
Beban tetap untuk rakyat.
jadi kalau harga bbm masih mahal hari ini
itu semua emang sudah di ketahui prabowo
sebab akibat nya
tinggal kita ajukan pertanyaanya sekarang
apakah prabowo ikut menikmati permainan ini
atau hanya pura pura tidak tahu?
BBM murah untuk semua rakyat Indonesia bukan mimpi yang tidak terjangkau.
Ini pilihan kebijakan.
Dan selama ini pemerintah memilih untuk tidak melakukannya.
Bukan karena tidak mampu.
Bukan karena tidak ada uangnya.
Tapi karena terlalu banyak pejabat dan jaringan di belakang mereka yang hidupnya bergantung pada sistem yang mahal dan tidak transparan ini.
Dan rakyat yang paling miskin yang pengeluaran terbesarnya untuk transportasi dan memasak terus membayar harga paling mahal dari sebuah sistem korupsi yang mereka bahkan tidak tahu keberadaannya.
Baca narasi/ tuntutan demo aja Prabowo Gibran nggak mau denger, apalagi baca narasi di tiktok/ thread dok
Prabowo di kritik malah ngatain balik “nyenyenyenye” sudah seplenger ini pemimpin negara ini
“Twitter semenjak cenblue jd ga begini & begitu, gw kangen Twitter dulu yg begini & begitu.”
Opini itu valid kok, ga salah.
Kenyataannya emg berubah & itu gabisa dihindari. Pilihannya cuma nerima atau stay aja terus di fase denial.
Menurutku pun emg udh ga seasik dulu, tp ya gimana lagi gitu loh harus gimana? Wkwkwk
Twitter has changed, face it and move on.
rupiah kan udah naik, terus ihsg juga udah naik lagi kok pada diem-diem aja sih? giliran turun aja pada koar-koar…
YAELAH ITU NAIKNYA CUMA SEUPRIT DOANGG 😭 kalo ihsg naik lagi jadi 9.000 terus rupiah jadi 10.000 baru boleh deh tuh LU SENENG DAN MERAYAKAN DAN KOAR-KOAR MEMBERITAKAN KABAR GEMBIRA ITUUU 🫵🏻
ibarat grafik mah dia naiknya cuma seuprit gini doang apa yang mau dibanggain 😭😭😭😭