Tadi siang baru mendapat kabar tentang penggusuran rumah warga di Lenteng Agung, dan malam ini baru nerima kronologi lengkapnya di IG @semarui
Jujur aja ini sakit sih, gaada kah lahan lain untuk membangun rumah dinas? Atau kenapa TNI ga ambil alih beberapa unit apartemen milik BUMN? Cuma untuk rumah dinas malah menindas warga ga bersalah dan bahkan memutus sumber daya utama mereka seperti listrik dan air
Salut untuk @BEMUI_Official dan @BEM_FHUI yang sudah mau mengawal kasus ini
Cc @ChoYongGii
Tadi siang baru mendapat kabar tentang penggusuran rumah warga di Lenteng Agung, dan malam ini baru nerima kronologi lengkapnya di IG @semarui
Jujur aja ini sakit sih, gaada kah lahan lain untuk membangun rumah dinas? Atau kenapa TNI ga ambil alih beberapa unit apartemen milik BUMN? Cuma untuk rumah dinas malah menindas warga ga bersalah dan bahkan memutus sumber daya utama mereka seperti listrik dan air
Salut untuk @BEMUI_Official dan @BEM_FHUI yang sudah mau mengawal kasus ini
Cc @ChoYongGii
ALERTA 🚨 ‼️
Kami mendapatkan informasi siang tadi terjadi eksekusi penggusuran paksa RW 10 Lenteng Agung, Jakarta Selatan oleh Pusziad TNI AD.
Berikut kronologi dan fakta di lapangan berdasarkan kesaksian warga:
ALERTA 🚨 ‼️
Kami mendapatkan informasi siang tadi terjadi eksekusi penggusuran paksa RW 10 Lenteng Agung, Jakarta Selatan oleh Pusziad TNI AD.
Berikut kronologi dan fakta di lapangan berdasarkan kesaksian warga:
Kompensasi yang diberikan hanya senilai 3 juta dan mereka terpaksa untuk mengosongkan rumahnya karena telah menyepakati perjanjian sebelumnya
- Sejauh ini yang digusur sudah sekitar 40 rumah dan mereka semua tengah mengungsi ke rumah warga yang belum digusur
Maka ada satu pertanyaan besar yang perlu kita jawab bersama:
Jika bukan mahasiswa saja, jika bukan satu tokoh saja, siapa yang akan menggerakkan konsolidasi ini? Seperti apa bentuknya? Dan sudah seberapa terlambat kita?
Baca selengkapnya di https://t.co/POne0q2hvv
Semua resah. Semua tahu ada yang salah. Semua menunggu orang lain yang bergerak duluan. Tapi gerakan sipil kita terus jatuh pada pola yang sama, meledak saat momentum, lalu bubar saat isu menghilang dari timeline. Bergantung pada satu tokoh, lalu lumpuh saat tokoh itu dijatuhkan.