γ €
SEMUA BOLEH IKUT!! π
Cuma perlu kehadiran dan keikutsertaan kalian dalam cerita FIKTIF di sekolah ini. Caranya? Ikuti semua open prompt dan buat kisah kamu sendiri. Mau jadi guru? Orang tua murid? semua boleh!
( https://t.co/XdqJ9EFZUo )
α α α βT, what do you usually look for when choosing shoesβcolor or style?β As for comfort, Helena could guarantee that every pair here offered just that.
α α α She tilted her head up, her gaze drifting over the neatly displayed rows of shoes before it settled on @VOCREGIME.
@seduisnate Aidan mengedikkan bahunya santai. Satu tangannya terangkat lagi, hendak mengusak puncak kepala gadis itu, tapi ia urungkan. "Kembali kasih, Len." Ujarnya, meninju kecil pundak sang nona.
***
Selesai
@seduisnate "Jalan-jalan, habis itu balik ke hotel. Sayang, malam minggu." Ujar Aidan. "Lo mau ikut?"
Dan sebelum Aidan lupa, ia menambahkan. "Besok jam tujuh malam gue manggung di Apollo, kali aja lo bisa dateng?"
Aidan bangkit dari duduknya. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana saat mengerling pada Helena. "New York beneran bahaya tah? Lo gak takut?" <@seduisnate>
@seduisnate "Gue udah selesai cerita, Len. Gue lagi mulai lembar baru gue, doain aja karir gue bagus." Aidan melempar cengir.
Napas berat ia lantas embus perlahan. "Gue mau lo denger sendiri nasehat yang sering lo kasih. Lo Helena, dulu ribut sama keluarga besar lo aja, bisa lo selesain."
"Maygita yang bilang, dia ceritain waktu ga sengaja kami ketemu." Imbuh Aidan, berusaha meluruskan penjelasannya. "Gue tau pasti saat itu berat banget buat lo, tapi lo pasti bakal laluin ini semua."
@seduisnate Aidan hanya mengedikkan bahu. Perihal perjalanannya, ia tak memiliki pilihan lain selain mengikuti prosedur kontrak.
"Gue liat studio nail art lo tutup, dan entah kebetulan atau bukan, lo juga ribut besar sama Maygita dan... putus sama pacar lo?" Tutur Aidan hati-hati.
@seduisnate Seringai usil tersungging di bibir Aidan. "Kenapa? Lo mau gue stay lebih lama?"
Ekspresinya lalu melunak, ia menatap Helena lembut. "Seneng lah, namanya juga impian. Thanks ya, berkat lo juga. Mungkin gue bakal terjebak dengan omongan ibu, tapi ucapan lo ngasih gue keberanian."
@seduisnate Reaksi Helena memantik tawa Aidan, menyegarkan memori lama yang masih ia simpan. "Ibu ya marah, tapi yawes, beliau ngerti. Sayang? Sama lo? Sayang.
Aidan berdeham sekon berikutnya, lalu meneruskan, "Gue cuma mau ngabarin itu aja. Sekarang gue di sini juga karena kebetulan <...>