♥️ Daily reminder;
ada satu kalimat yang mengubah cara pandangku terhadap perempuan, selamanya:
"seberapapun usianya, setiap perempuan tetaplah anak kecil di mata ayahnya."
sejak itu aku sadar, banyak hal yang dilakukan perempuan, termasuk berdandan dan merawat diri, bukan untuk memikat siapa-siapa.
mereka melakukannya karena mereka senang. karena itu bagian dari cara mereka mencintai diri sendiri.
wanita belajar, untuk dirinya. wanita rajin memasak, untuk dirinya. wanita berdandan, untuk dirinya. wanita memakai baju yang dia suka, pun untuk dirinya.
sedih rasanya kalau sampai hari ini masih ada pandangan apa yang dilakukan wanita hanya untuk memikat lawan jenis.
nenek ini berdandan untuk dirinya, senang hatinya begitu, muncul pendapat gini, kok tega sekali.
sebagai pengingat, menuduh perempuan baik-baik dengan prasangka buruk bukan hanya kejam, tapi juga dosa besar, yagesyaa~
Imagine being the youngest member of the House of Reps, having a platform to actually DO something, and yet the highlight of your ‘Komisi IX’ is… selfies and nonsense? :/
Someone actually has the chance to represent Gen Z in policymaking, someone young enough to understand our struggles, but instead of tackling labor, social & housing issues a lot of fellow gen z have to deal with, she’s busy curating her IG & posting thirsty hawrny tweets on her priv (lmao)
This isn’t a personal attack, it's not just about her, it’s a demand for accountability. If you claim to represent us, then show up!! (Actually show up n work not just for the gram!!). In policy, in debates, in real legislative work. If youth in power are just placeholders for the status quo, then what’s the point?
“saya nda peduli sama RUU TNI, nda peduli soal negara karena semua itu nda efek utk hidupku. yang penting saya tetap kerja untuk diriku sendiri”
contoh pemikiran yang diharapkan negara yang sedang memanipulasi logikamu 🙂