September, 2025
Ini cerita tentang waktu, upaya dan rasa. Apakah mereka berakhir pada alur yang sama?
__________
Foto ini aku ambil sendiri di tahun 2020 saat hari pertamaku bekerja di kantor lama. Tapi sekarang sudah tak ada lagi jejaknya. Baik taman, ataupun bunganya.
Ternyata hidup hemat itu bukan bokek, tapi normal 🥹
- Mobil? Yang penting jalan & nggak rewel, nggak harus baru
- Buku? Pinjam di perpustakaan aja, gratis & nggak numpuk debu
- HP? Pakai sampe bener-bener nggak bisa nyala, bukan tiap iPhone baru rilis ganti
- Masak sendiri di rumah, bukan tiap hari GoFood
- Barang? Pakai yang udah ada dulu sebelum beli baru
Kita udah ketipu tren “overconsumption”
Mereka kenapa kayak pasusu yang beres mergokin tetangga sebelah ribut kagi terus nyeritain ke tukang sayur keliling biar kesebar ke seluruh komplek?? 😭😭 Gegara jepitan rambut Tay
Dari rezim ini kita belajar:
1. Judol bisa dibasmi: buktinya Mandiri bisa blok rekening pendemo Pati atas perintah aparat
2. Bangunan sekolah bisa distandardisasi, sekolah rusak bisa segera renov: buktinya bangunan Kopdes bisa berdiri sampe pelosok negeri
3. Gaji nakes, guru, dan dosen bisa lebih sejahtera: buktinya ribuan karyawan SPPG bergaji di atas mereka
4. Jumlah kriminal di Indonesia bisa berkurang signifikan, kasus kriminal lebih cepet kelar: buktinya jumlah aparat saat demo sebanyak itu
Kita jadi tau kalo kita bisa, cuma mereka aja yang nggak mau😊
Kesimpulannya: kebobrokan memang sengaja dipelihara buat meraup suara di pemilu😊
Suami aku pulang terbang dari Jogja, bawalah bakpia ini. Jujur pertama kali liat merek ini
Me : “Bakpia apaan ni ko kaya gini bentuknya ga menarik”
👨 : “Tadi ada cabin beli aku ikutan aja beli”
Pas makan, lah enak banget 😭
Cry cry lembut bgt dalemnya, kulitnya tipis lembut
Bulan depannya aku Open PO bakpia ini sampe 50kotak dan pada sukaa banyak yg baru tau juga
cc:naomicldp
Sore2 dibikin nangis sama bapak driver. Pesen grabfood dgn pengiriman prioritas, estimasi pesanan sampai 20 menit. Liat maps udah 40 menit bapaknya dalam perjalanan tapi posisi di maps gak gerak, mungkin paket datanya dimatiin. Udah keburu bete dong.
Nangisnya tau knp.?.
Dalam sebuah podcast, Deny Sumargo pernah bertanya kepada Chika, ibu dari Kenneth, bayi yang viral karena kemampuan belajarnya sejak usia sangat dini.
"Kalian pernah cek ke dokter nggak sih, kok Ken bisa secerdas itu?"
Jawaban Chika justru membuat banyak orang berpikir.
"Kalau kata dokter, sebenarnya semua bayi punya potensi. Yang membedakan adalah apa yang diberikan orang tuanya selama 1.000 hari pertama kehidupan."
Menurutnya, stimulasi tidak dimulai saat anak lahir, tetapi bahkan sejak masih di dalam kandungan.
Saat usia kehamilan sekitar 28 minggu, ketika pendengaran janin mulai berkembang, mereka rutin mengajak bayi berbicara. Bahkan sang ayah sering membacakan buku, bukan agar bayi langsung memahami isinya, tetapi supaya terbiasa mendengar suara orang tuanya.
Setelah lahir, Kenneth dikenalkan dengan buku hitam putih (contrast book) saat tummy time untuk membantu stimulasi penglihatan sekaligus melatih otot leher dan motoriknya.
Saat memasuki usia sekitar tiga bulan, ia mulai dikenalkan pada buku dengan berbagai tekstur untuk merangsang indra peraba dan membiasakannya mengeksplorasi berbagai sensasi.
Ketika mulai bisa menunjuk benda, orang tuanya juga tidak langsung mengambilkan apa yang diinginkan.
Mereka mengajak Kenneth berkomunikasi.
Misalnya, "Adik mau yang ini? Ini namanya tisu."
Cara sederhana seperti itu membantu memperkaya kosakata sekaligus melatih kemampuan berpikirnya.
Yang paling menarik, orang tuanya mengatakan bahwa mereka tidak mengejar anak yang sekadar pintar secara akademis.
Mereka lebih mengutamakan adab, kemandirian, kemampuan bernalar, dan nilai-nilai kehidupan.
Bagi mereka, kepintaran hanyalah bonus.
Terlepas dari kisah Kenneth, penting diingat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan dan cara yang berbeda. Tidak semua anak akan mencapai kemampuan yang sama pada usia yang sama, dan itu bukan berarti ada yang gagal. Faktor seperti kesehatan, lingkungan, stimulasi, serta perbedaan individu juga berperan besar dalam tumbuh kembang anak.
Menurut kalian, seberapa besar pengaruh pola asuh dan stimulasi di rumah terhadap perkembangan anak dibandingkan dengan faktor bawaan atau genetik?
the best gen z emang..🫡😌
susah bedain karyawan yang rajin sama yang santai kalo cuma dari kerjaan kelar atau nggak.
tapi pas chat WA masuk jam 9 malem, langsung keliatan.
yang senior langsung balas, “siap pak.”
yang gen Z read doang, dibalas besok jam 9 pagi.