⠀
⠀
Hidup dengan kesendirian ialah hal biasa baginya, maka bila pagi ini ia memiliki teman untuk santap pagi. Mungkin rasanya lebih menyenangkan lagi?
"Muka saya mirip kriminal?" Setengah tertawa, sebenarnya ia menerima-menerima saja sebutan itu.
⠀
⠀
⠀
⠀
Hidup tidak pernah memberikannya pilihan. Selalu berupa potongan-potongan kejadian yang harus ditelan bulat-bulat walau meringis ketika tergelincir di kerongkongan. Beruntung bila manis sedikit, kesialan bila pahit bercampur getir rasanya.
⠀
⠀
⠀
⠀
Tanpa jeda ia yakini perilakunya terlalu terburu-buru, dengan meraih keranjang belanjaan yang digenggam oleh @Ensolejlle. Kemudian menatapnya langsung dengan senyum yang jarang sekali diperlihatkan.
"Mau makan ini?"
⠀
⠀
⠀
⠀
Ia yakin itu Diana—si janda muda—tetangganya di rusun. Kabarnya seperti itu walau Lirang sendiri pun jarang sekali ingin tahu menahu. Cahaya pagi jatuh di wajahnya, sementara Lirang terhenti sejenak, menatapnya. Memberanikan diri menyapa lebih dulu.
⠀
⠀
⠀
⠀
Lirang menarik napas panjang, membiarkan udara pagi memenuhi paru-parunya. Menguap satu kali. Mengusap matanya dua kali. Melangkah tiga kali menuju ujung tangga, menimbang makanan apa yang baiknya ia nikmati pagi ini.
Sepertinya mie ayam, bagaimana? @Ensolejlle
⠀
⠀
⠀
⠀
Rasanya rusun tak pernah sesepi ini di pagi hari. Sedikit kurang penghuni yang sibuk menjemur pakaiannya, kurang pula anak-anak kecil berlarian. Padahal matahari sudah cukup naik untuk beraktivitas. Lirang menyugar rambutnya, menanggalkan sisa-sisa bulir air di sana.
⠀
⠀