Setelah menalikan sepatunya, Randu mengantongi ponsel dan keluar dari apartemen. Ia turun menuju jogging track yang menjadi fasilitas umum gedung.
Pukul 23.47, bisa dipastikan jogging track lengang dan dia tidak perlu bertemu dengan banyak orang ketika pikiran sedang kalut.
Sambil mengusap wajahnya gusar, ia memekik tertahan hingga yang terdengar hanya berupa erangan.
Disibaknya selimut dengan kasar sebelum ia bergegas melangkah keluar dari kamar. Asal-asalan ia sambar sepatu yang berada di bagian teratas rak sepatu dekat pintu masuk apartemen.
Status Bunda sebagai narapidana kasus pembunuhan membuatnya tak tersentuh di dalam sel. Ada yang patut disyukuri barang sedikit, Bunda kelak akan keluar dari tempat ini secara utuh.
Walau mungkin harap itu masih begitu jauh berkepak dalam alam angan.