Pukimak betul kalian ini. Berkelahi dan saling mempermalukan satu sama kalian lalu cipokan didepan kami. Besok-besok jangan lagi gunakan kalimat ‘Kita ini negara hukum’. Kalian menunjukkan ini bukan negara hukum tp ini negara milik nenek klean.
Hello, X!
Perkenalkan aku Reynaldi. Owner dari brand Stradenine, brand lokal asli Surabaya.
Hari ini nama Stradenine mendadak ramai diperbincangkan terkait berita yang beredar.
Maka dari itu ada beberapa hal yang kami perlu luruskan.
Guys, ada wacana yang beredar tentang pemerintah mau mengambil alih 51% saham BCA bank swasta terbesar di Indonesia.
Dan sebelum lo bisa menilai wacana itu, lo perlu tahu dulu siapa sebenarnya BCA dan perjalanan panjang yang sudah dilaluinya.
BCA lahir bukan dari niat mulia tapi dari kebutuhan bisnis:
Tahun 1957.
Liem Sioe Liong pendiri Salim Group membangun Bank Central Asia bukan untuk melayani rakyat Indonesia.
Tapi karena kerajaan bisnisnya butuh jantung keuangan yang bisa mengalirkan dana ke seluruh jaringan usahanya.
Tapi dari kebutuhan itu lahir sesuatu yang lebih besar dari yang direncanakan.
BCA dari awal bermain di dua dunia sekaligus: menjadi penyokong utama bisnis-bisnis Salim Group di satu sisi dan melayani segmen retail kecil menengah di sisi lain.
Dan sejak tahun 1970-an mereka sudah berani berinvestasi di teknologi komputerisasi ketika bank lain masih manual.
Ditambah satu faktor yang tidak bisa diabaikan: kedekatan Liem Sioe Liong dengan Soeharto. Hubungan yang terjalin sejak Soeharto masih di militer di Jawa Tengah ketika Liem sering memasok logistik untuk pasukan Soeharto.
Ketika Soeharto naik jadi presiden akses istimewa mengalir ke Salim Group.
Krisis 1998 momen yang hampir menghancurkan semuanya:
Rupiah jatuh dari Rp2.400 ke lebih dari Rp15.000 per dolar dalam hitungan bulan.
Bank-bank yang punya kewajiban dalam dolar tapi pendapatan dalam rupiah neraca mereka hancur.
BCA dilanda bank run.
Cabang-cabang penuh antrian.
ATM kehabisan uang.
Semua orang panik menarik tabungan sebelum banknya bangkrut.
BCA di ujung tanduk.
Pemerintah tidak bisa diam.
BCA terlalu besar untuk dibiarkan jatuh to big to fail.
Kalau BCA runtuh efek dominonya bisa menghancurkan seluruh sistem perbankan Indonesia.
Maka masuklah BLBI Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.
Dana talangan pemerintah senilai total sekitar Rp147 triliun untuk menyelamatkan bank-bank yang nyaris bangkrut termasuk BCA.
BLBI penyelamat atau mega korupsi?
Ini adalah bab paling kontroversial dalam sejarah BCA.
Secara resmi BLBI adalah dana darurat untuk stabilisasi sistem perbankan.
Dan dalam konteks krisis saat itu tanpa BLBI sistem perbankan Indonesia kemungkinan besar benar-benar lumpuh.
Tapi BPK menemukan banyak kejanggalan.
Audit menunjukkan indikasi penyimpangan yang masif ada dugaan dana talangan tidak sepenuhnya digunakan untuk stabilisasi, melainkan untuk spekulasi valas, membayar utang konglomerat, atau dialihkan ke pihak lain.
Untuk kasus spesifik BCA penyimpangan yang sama belum terbukti secara hukum di pengadilan.
Tapi narasi bahwa uang rakyat disalahgunakan lewat BLBI tetap menjadi luka yang tidak sembuh sampai hari ini.
Dari tangan negara kembali ke Salim dan ini yang kontroversial:
Tahun 1998 pemerintah lewat BPPN mengambil alih BCA karena situasi darurat.
Tahun 2002 kepemilikan mayoritas BCA dilepas ke pihak swasta melalui Farindo Investment.
Yang kemudian diketahui merupakan entitas yang mewakili kepentingan Anthony Salim putra dari Liem Sioe Liong.
Singkatnya:
BCA diselamatkan oleh uang rakyat lewat BLBI lalu beberapa tahun kemudian dikembalikan ke keluarga yang sama yang dulu menguasainya.
Langkah ini kontroversial.
Tapi secara finansial dianggap berhasil karena negara berhasil mendapatkan kembali sebagian besar dana talangan yang pernah dikeluarkan.
Kebangkitan BCA dan ini yang membuat mereka menjadi apa yang sekarang:
Di bawah kepemimpinan baru pasca-krisis BCA melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan kebanyakan bank lain.
Mereka tidak mengejar kredit jumbo ke korporasi besar yang berisiko tinggi.
Sebaliknya BCA memusatkan strategi pada retail dan UKM. Transaksi harian masyarakat gaji, belanja, bayar tagihan, cicilan kecil menjadi pasar utama.
Strategi ini menghasilkan CASA atau Current Account Saving Account yang mengalir stabil fondasi likuiditas yang luar biasa kuat dan murah.
Inovasi terus berjalan:
ATM yang terus diperluas, KlikBCA, mobile banking, sistem backend yang andal dan jarang bermasalah. Bukan hanya tampilan yang keren tapi mesinnya benar-benar solid.
Dan ada satu hal yang lebih berharga dari semua inovasi itu: reputasi yang dibangun dari krisis 1998.
Fakta bahwa BCA bisa selamat dari krisis terburuk dalam sejarah perbankan Indonesia dan uang nasabah tetap aman menjadi iklan gratis yang tidak bisa dibeli dengan uang berapa pun.
BCA keluar dari krisis sebagai bank yang lebih kuat, lebih disiplin, dan lebih dipercaya dari sebelumnya.
Sekarang wacana pemerintah ambil alih 51% saham BCA:
Ini adalah pertanyaan yang sedang ramai dibicarakan.
Dan jawabannya tidak sederhana.
Dari sisi internal BCA risikonya sangat nyata:
BCA selama ini dikenal lincah, efisien, dan fokus pada kepuasan nasabah. Keputusan bisa dibuat cepat karena tidak perlu birokrasi berlapis.
Kalau 51% sahamnya dipegang pemerintah risiko pertama adalah birokratisasi.
Keputusan yang biasanya cepat bisa tertahan karena harus menunggu persetujuan pejabat atau regulasi tambahan.
Risiko kedua: pergeseran strategi.
Yang tadinya fokus pada layanan transaksi harian dan pembiayaan UKM yang menghasilkan profit sehat bisa bergeser ke program pemerintah seperti penyaluran KUR dalam jumlah besar.
Kalau disalurkan tanpa seleksi ketat kredit macet naik kinerja bank turun
Angka-angka kebanggaan investor seperti ROE dan BOPO bisa tertekan. Dan investor tahu cara membaca angka-angka itu.
Dari sisi nasabah:
Jangka pendek tidak perlu panik. Uang tetap aman karena ada LPS. Layanan tidak akan berubah dalam semalam.
Tapi jangka panjang bisa terasa bedanya. Inovasi digital yang selama ini jadi keunggulan BCA bisa melambat. Pelayanan yang terkenal ramah dan cepat berisiko menurun kalau birokrasi terlalu banyak campur tangan.
Dari sisi pasar modal dan sinyal ke investor asing:
Ini yang paling berbahaya.
BCA adalah bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Kalau tiba-tiba diambil alih pemerintah sinyal yang dikirim ke investor global sangat jelas: di Indonesia, perusahaan swasta yang sudah sehat dan berjalan baik pun bisa diambil alih negara kapan saja.
Konsekuensinya: capital outflow. Modal asing kabur. Kepercayaan terhadap iklim investasi Indonesia turun drastis.
Dan soal uangnya ini yang paling kritis:
Untuk mengambil alih 51% saham BCA pemerintah butuh ratusan triliun rupiah. Nilainya fantastis.
Pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur: apakah lebih worth it menggunakan ratusan triliun uang rakyat untuk membeli saham bank yang sudah sehat dan jalan sendiri atau menggunakan uang itu untuk infrastruktur, sekolah, rumah sakit, dan listrik di desa?
BCA sudah menghasilkan keuntungan sendiri. BCA sudah berinovasi sendiri. BCA sudah melayani jutaan nasabah dengan sangat baik tanpa perlu intervensi negara.
Pelajaran terbesar dari perjalanan panjang BCA:
Di dunia perbankan kepercayaan adalah segalanya. Dan kepercayaan tidak bisa dibeli dengan iklan atau jargon manis.
BCA membuktikan ini dengan cara paling keras: mereka jatuh ke titik paling rendah di 1998 tapi justru dari sana mereka membuktikan bahwa uang nasabah benar-benar aman di tangan mereka. Dan dari pembuktian itu lahir loyalitas yang tidak bisa digoyahkan.
Kepercayaan yang sudah dibangun selama puluhan tahun dengan track record yang konsisten adalah aset yang jauh lebih berharga dari gedung, teknologi, atau bahkan laba.
Dan itulah yang paling berisiko hilang kalau BCA berubah dari bank swasta yang efisien menjadi BUMN yang birokratis.
Wacana pengambilalihan 51% saham BCA oleh negara terdengar nasionalistis. Tapi kalau dikaji lebih dalam — risikonya sangat besar dan manfaatnya sangat tidak jelas.
BCA bukan perusahaan yang sedang bermasalah yang perlu diselamatkan negara. BCA adalah bank yang sudah sehat, efisien, inovatif, dan menghasilkan keuntungan tanpa perlu intervensi pemerintah.
Mengambil alih yang sudah berjalan baik bukan nasionalisme. Itu adalah intervensi yang bisa merusak sesuatu yang sudah bekerja dengan sangat baik.
Dan sejarah sudah pernah membuktikan sekali ketika BCA di bawah kendali negara di 1998 yang terjadi adalah restrukturisasi darurat yang penuh kontroversi, bukan bank yang semakin sehat.
Weekend weekend gini gua lagi mau bikin tulisan soal Banking dan BBCA kenapa dropnya cukup signifikan..👀
Dan mungkin bisa kalian share juga ke temen temen kalian yang lagi invest di BBCA✅
(A Thread)
9 Alasan Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus adalah Percobaan Pembunuhan Berencana
Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS pada 12 Maret 2026 di Jakarta Pusat menunjukkan pola yang kuat sebagai percobaan pembunuhan berencana.
Kami menyerukan solidaritas seluas-luasnya!
Desakan terbuka untuk segera adili pelaku dan kroni-kroninya di ranah sipil
Usut tuntas aktor intelektual!!!
#KamiBersamaAndrieYunus
#KamiBersamaKontraS
Guys Feri Amsari baru saja bilang sesuatu yang perlu lebih banyak orang Indonesia dengar soal Board of Peace.
Dan ini bukan soal perasaan pro Palestina atau pro Amerika.
Ini soal hukum yang sangat konkret.
Indonesia join Board of Peace tanpa persetujuan DPR.
Pasal 11 Undang-Undang Dasar sudah sangat jelas. Presiden mau buat perjanjian soal perang, perdamaian, atau perjanjian internasional apapun harus minta persetujuan DPR dulu sebelum pergi.
Dan setelah pulang — harus diratifikasi DPR dalam bentuk undang-undang.
Dua-duanya tidak dilakukan.
DPR mengaku masih reses.
Sementara Presiden sudah tanda tangan.
Sudah komitmen kirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza. Dan belum ada penjelasan yang jelas soal apa manfaatnya bagi Indonesia.
Feri bilang ini bukan pertama kali.
Hari pertama kabinet dilantik saja Seskab Teddy dilantik tanpa berhenti dari TNI aktif.
Padahal undang-undang TNI tidak mencantumkan sekretaris kabinet sebagai jabatan sipil yang boleh diisi TNI aktif.
Hari pertama sudah langgar undang-undang.
Jadi ini bukan anomali.
Ini pola.
Dan soal 8.000 prajurit yang mau dikirim ini yang paling gw catat dari Feri.
Palestina sendiri sudah bilang jangan kirim pasukan. Tapi Indonesia tetap jalan. Untuk apa? Feri khawatir prajurit kita dijadikan pasukan darat tameng kepentingan Amerika dan Israel sementara perangnya sendiri sudah pakai drone dan teknologi. Yang kena duluan justru manusia di lapangan.
Dan biayanya pakai uang siapa? Nyawanya milik siapa?
Soal argumen ekonomi yang sering dipakai untuk membela keputusan join BOP bahwa kita bisa dapat tarif 0 persen dari Amerika Feri kasih konteks yang menarik.
Mahkamah Agung Amerika sendiri sudah putuskan bahwa Trump tidak boleh tentukan tarif dagang tanpa persetujuan Senat. Artinya tarif yang dijanjikan itu fondasinya sudah digugurkan pengadilan tertinggi Amerika. Dan Trump tetap jalan seenaknya.
Jadi kita berikan konstitusi kita untuk perjanjian dengan orang yang pengadilannya sendiri bilang dia tidak berwenang buat perjanjian itu.
Feri simpulkan dengan satu kalimat yang gw rasa paling jujur.
Ini adalah hari yang gelap untuk konstitusi bangsa ini.
Bukan karena Indonesia tidak boleh punya kepentingan ekonomi. Bukan karena bergaul dengan Amerika itu salah. Tapi karena ketika Presiden sendiri tidak patuh pada konstitusinya dan tidak ada yang bisa mengawasi karena DPR koalisinya satu suara yang hilang bukan cuma prosedur.
Yang hilang adalah jaminan bahwa keputusan sebesar ini yang menyangkut nyawa prajurit dan posisi Indonesia di dunia diambil dengan akuntabilitas yang seharusnya.
Gak bisa ber-word-word🤷♀️
4 pelaku penyiraman air keras ke aktivis KontraS Andrie adalah anggota TNI. Jangan berhenti di kamu ya Adik2. Ungkap yang menyuruh. Tapi pesimis sih. Meskipun Presiden gak suka sama orang yg pesimis. Tapi....
https://t.co/s4hdmFXPoY
Kalian pernah ga batuk pilek terus2an selama musim hujan ini? Udah minum obat sembuh, eh minggu depan kumat lagi.
Pasti mikirnya ketularan temen sekolah/kerha, jajan sembarangan atau es terooossss.
Padahal bisa jadi biang keroknya ada disekitar kalian, Apa itu ?
I’m hearing extremely concerning news that Andrie Yunus, the Deputy Coordinator of the Commission for the Disappeared & Victims of Violence (@KontraS) suffered an acid attack carried out by unidentified individuals, resulting in serious injuries across his body. I call on the Indonesian authorities to carry out thorough investigations into this horrific attack. Impunity for violence against HRDs is unacceptable. @IndonesiaGeneva@Kemlu_RI
Pernyataan keras dari Feri Amsari: jika negara gagal mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, maka negara bisa dianggap bagian dari kejahatan itu sendiri.
Warga sipil biasa, tak bersenjata, nerobos hotel mewah memprotes pembahasan diam-diam UU TNI.
Warga sipil biasa, tak bersenjata, jadi saksi judicial review UU TNI di MK.
Warga sipil biasa, tak bersenjata, mengungkap pelaku kerusuhan Agustus 2025.
Kita menyebutnya: NYALI
HP lo hilang. Lo buka Find My Device dari laptop.
“Last seen: 4 jam lalu. Lokasi: Stasiun Manggarai.”
Abis itu? Udah. Nggak gerak lagi. Offline.
Yang ngambil langsung matiin internet. Cara lama yang udah biasa.
Dulu sih ceritanya berhenti di situ.
Sekarang? Nggak lagi.
Setelah data kepemilikan > 1% dibuka, perhatian berikutnya adalah sejauh mana data ini akan berdampak terhadap bobot saham Indonesia dalam MSCI
Dari 17 saham Indonesia MSCI Standard, ada yang naik, turun, dan tetap, hasilnya sebagai berikut
BUKAN REKOMENDASI BUY SELL HOLD
Apakah yakin kita masih bebas aktif ? Selama bertahun2, Iran adalah negara sahabat 🇮🇩. Kita sama2 anggota NonBlok, OKI, D8, G77, BRICS. Kita sering beda pandangan dan beda posisi dgn Iran, dan sistim politik + ideologi masing2 juga beda, namun 🇮🇩 dan Iran tidak pernah cekcok. Iran punya sejumlah musuh tapi tidak pernah meminta 🇮🇩 memusuhi musuh2nya. Fokus hubungan bilateral kita adalah kerjasama, persahabatan dan saling menghormati.
Sayangnya, ketika Ayatollah Khamenei dll tewas terbunuh, Pemerintah 🇮🇩 tidak menyatakan ucapan belasungkawa, sbgmana lazimnya kl pemimpin negara sahabat 🇮🇩 meninggal. Kelupaan atau sengaja ? Kalau sengaja, yg kita takutkan apa ? Apakah yakin kita masih bebas aktif ? Krn merasakan sikap dingin kita thdp kematian pemimpinnya, tidak heran Menlu Iran menolak dgn halus tawaran mediasi 🇮🇩. Mungkin mereka menyangsikan motivasi 🇮🇩 .. something to think about #wisdomwithoutfear
Berikut video analisa sy re ledakan konflik Timur Tengah, dimana sy juga jelaskan mengapa ide agar Pres Prabowo terbang ke Teheran utk jadi mediator konflik AS-Israel-Iran adalah gagasan yg TIDAK realistis. Sy juga himbau agar Pemerintah 🇮🇩 menangguhkan pengiriman pasukan perdamaian kita ke Gaza. Silahkan dibahas, komentari, bantu sebarkan & boleh dikutip media.