letters from a stoic, seneca said "manusia tidak memiliki kuasa untuk memiliki apapun yang dia mau, tetapi dia memiliki kuasa untuk tidak mengingini apa yang dia belum miliki, dan dengan gembira memaksimalkan apa yg dia terima"
baru sadar, ternyata kalimat “in another life” sesedih itu. karena kita sama-sama tau, kehidupan lain itu ga pernah ada, kita cuma punya hidup yang sekarang, dan kalau ga bisa sekarang, mungkin memang ga akan pernah. makanya “in another life” sering jadi cara paling lembut untuk bilang, “di kehidupan ini, kita memang ga bisa.”
Menteri lingkungan hidup pas ditanya : Asap Karhutla Indonesia sudah sampai Malaysia?
Jawabnya : ya kebetulan anginnya memang agak mengarah ke sana waktu itu, tapi suka bolak-balik gitu
Gue bilang pemerintah malaysia mending nuntut ganti rugi dah. Udah gak bertanggung jawab miskin empati.
baru sadar kehilangan spark tuh ternyata ga selalu kelihatan seperti sedih. kadang kita masih ketawa, masih kerja, masih ngobrol, masih main, masih jadi diri sendiri tapi rasanya ada bagian dari diri kita yang pelan-pelan mati. and somehow, losing your spark slowly is scarier than being sad all at once. karena kita bahkan ga sadar kapan terakhir kali kita merasa benar-benar hidup.